23 siswa TK dan Paud Kristen Pisteou Diwisudakan

Ambon, Wartamaluku.com – Sebanyak 23 siswa Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak KB-TK) Kristen Pisteou Angkatan ke VII Tahun ajaran 2017-2018 diwisuda. yang berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kate-Kate Ambon (9/06)

Dua puluh tiga yang diwisuda terdiri dari dua siswa Kelompok Belajar dan dua puluh satu siswa TK.

Kepala Sekolah Kristen Pisteou, Nevi Taihuttu dalam sambutannya menyatakan, hasil yang dicapai anak didik hari ini, bukan karena kehebatan seorang guru, dan orang tua, tetapi semua karena kemurahan Tuhan.

“Apa yang anak anak raih bukan karena orang tua,bukan juga karena guru tetapi karena Tuhan,” ungkap Taihuttu.

Taihuttu menyatakan, Dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama satu tahun ini, tidak ada pilih kasih yang dilakukan, tidak ada anak emas atau perak. semuanya sama tanpa memandang.

“Tidak ada pilih kasih dalam setiap proses yang dilewati di sekolah, tidak ada istilah anak emas dan perak, semua adalah anak-anak Tuhan yang diasuh dengan kasih dan kemurahan,” Pungkasnya.

Dirinya meminta kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak berjalan sendiri, berilah waktu kepada mereka dan seringlah duduk bersama dan menanyakan hal- hal yang dilaluinya di sekolah. dan latihlah diri sebagai orang tua agar jangan mengeluarkan kata-kata yang tidak bermakna.

“Anak- anak jangan dibiarkan berjalan sendiri, berilah waktu kepada mereka dan bertanya tentang perkembangan mereka di sekolah, belajarlah agar jangan menyebutkan anak anak dengan kata- kata yang tidak bermakna, sebagai anak -anak mereka punya pemahaman yang masih minim, berilah mereka kesempatan,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pisteou, Merry Taihuttu menyatakan, wisuda ini merupakan momen bersejarah dalam menentukan perkembangan dan pertumbuhan anak didik.

Lanjutnya, ada tiga pilar pendidikan yang sangat penting yakni, pengajaran, pelatihan dan pengawasan. semuanya akan berjalan baik di sekoah maupun di rumah jika dapat dilakukan seimbang.

“Sama-sama kita bergandengan tangan dalam melihat generasi kedepan, bahkan menggandeng tangan mereka dan berjalan bersama dalam menjalani pendidikan dari jenjang pendidikan dini hingga tinggi,” imbuhnya seraya menambahkan, visi utama mendidik adalah menghasilkan calon pemimpin bagi masa depan bangsa ini,” ucapnya.

Walau demikian tambahnya, mendidik tidak hanya sekedar memberikan informasi tapi interplasi kita kepada anak-anak melalui pembelajaran yang disampaikan.

“Anak-anak ini akan menjadi contoh,karena mendidik tidak mudah, butuh pengawasan dan latihan, harus dengan kesabaran, lebih dari segalanya karena Tuhan baik,” Demikian Taihuttu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *