300 Peserta Akan Hadiri Konferensi Musik Pertama Kali Di Ambon

Ambon, Wartamaluku.com – Sebanyak 300 peserta akan meriahkan Konferensi Musik Indonesia yang akan diselenggarakan pertama kali dalam sejarah di Kota Ambon, Provinsi Maluku, yang berlangsung 3 hari mulai dari tanggal  7-9 Maret 2018.

Kegiatan yang akan diikuti sekitar 300 peserta itu merupakan yang pertama kali digelar sejak bekembangnya industri musik Tanah Air dalam 50 tahun terakhir. Ketua Konferensi Musik Indonesia (KAMI) Glenn Fredly dalam keterangan pers di Ambon, selasa 27/2/2018.

Industri Musik Tanah Air akan kembali lantang suaranya, hal tersebut dilatarbelakangi oleh tercetusnya pelaksanaan Konferensi Musik Indonesia (KAMI).

Yang menjadi gagasan utama kegiatan ini yakni konferensi dengan topik bahasan umum yang melibatkan pelaku Industri musik dengan Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota Ambon.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan menjadi suatu wadah bagi pelaku industri untuk dapat berdiskusi langsung dengan pemerintah agar bisa menciptakan suatu pembaharuan tatanan ekosistem musik yang berkelanjutan serta menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru kreatif Indonesia.

“Konferensi musik ini adalah inisiatif kolektif yang datang dari ekosistem musik dalam upaya bersama membangun ekosistem musik yang terkelola berkelanjutan, mencerdaskan dan mensejahterakan serta keberadaan dari sebuah profesi.Selain kerja untuk perbaikan bagi industri musik kedepan, ini juga adalah kerja untuk ketahanan kebudayaan bangsa”. Ujar Glenn selaku ketua KAMI.

Sebagai acara utama konferensi diadakan selama 3 (Tiga) hari di Ambon dengan agenda konferensi, lokakarya dan puncaknya tanggal 9 Maret bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang ditutup dengan festival musik yang dilaksanakan di lapangan merdeka ambon.

Memilih kota ambon sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut juga dilandaskan dengan pktensi -potensi yang ada di Maluku. Sebab musik sendiri merupakan bagian hidup masyarakat kota ambon, sejalan dengan itu ada program – program pemerintah dalam mengembangkan kembali sekolah musik dan rumah rekaman, selain itu dapat diyakini kota ambon pantas untuk dicanangkan sebagai  “Ambon City Of Music” oleh UNESCO.

Tema yang digunakan yakni “Raya Nada Untuk Indonesia” dengan tema tersebut dapat diharapkan ekosistem musik menjadi lebih seimbang dan bisa menjadi inspirasi dalam mendorong pembangunan ekonomi kreatif yang bsrkelanjutan, berkeadilan dan mensejahterakan, kolaborasi membangun dan mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas melalui pendidikan dan kebudayaan serta inovasi sebagai alat perdamaian di negeri ini. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *