Akibat Pembangunan Kantor Desa Belum Rampung, Pelayanan Public Jadi Terhambat

Aru, Wartamaluku.com – Pembangunan Kantor Desa Dosinamalau Kecamatan Aru Tengah Timur Kabupaten Kepulauan Aru yang belum rampung membuat aktifitas Pemerintahan di Desa berjalan tidak maksimal.

Demikian dikatakan Salah satu warga Desa yang nggak mau namanya tidak di sebutkan mengatakan hingga saat ini pelayanan public pemerintahan Desa Dosinamalau kecamatan Aru Tengah Timur tidak berjalan denga baik bisa di bilang tidak maksimal. Ungkapnya kepada wartawan, di Dosinamalau senin 27/11.

Menurutnya, penyebab pemerintahan desa berjalan tidak maksimal yakni tidak ada sarana kantor desa yang memadai sebagai titik sentral pelayanan pemerintah desa bagi masyarakat. “Pelayanan public di desa tidak berjalan maksimal, akibat tidak tersedianya sarana kantor desa yang memadai, sehingga ini menjadi kendala besar bagi pelayanan di desa” ungkap tandasnya.

Lanjutnya lagi, kantor desa yang di bangun pada tahun 2015 dengan menggunakan anggaran dana desa, namun sampai sekarang belum juga difungsikan lantaran belum selesai di kerjakan, Bahkan anggaran yang di pergunakan untuk pekerjaan sama sekali tidak diketahui oleh masyarakat setempat.lantaran tak ada keterbukaan dari kepala desa.

Sementara itu kepala Desa Dosinamalau Ones Manila saat di mintai keterangan terkait persoalan tersebut mengatakan bahwa untuk pelayanan kepada masyarakat walaupun belum memiliki kantor desa, namun pemerintahan di desa tetap berjalan dengan baik dan aktifitas pelayanan kepada masyarakat desa tetap di utamakan.

Sedangkan pembangunan kantor desa yang belum rampung dikerjakan kades mengakui, bahwa itu dikerjakan dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2015 pencairan tahap ketiga dan semua material pembangunan kantor desa masih ada di desa. Ucap kades.

Namun, yang menjadi kendala adalah tukang Yansen Manila yang adalah Kaur Pembangunan di desa tidak serius dalam mengerjakan pekerjaan. “Semua material sudah siap, tinggal dilanjutkan pekerjaan saja tetapi yang menjadi kendala hanyalah tukang yang belum kerja” ungkap Kades.

Kades juga mengaku kalau uang matrial kayu di tambah dengan upah tukang Sebesar Rp 20 juta sudah di ambil tukang melalui bendahara, namun sampai saat ini pembangunan kantor desa belum juga rampung. Tandas kades. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *