DPRD Maluku Minta Pemkab/Pemkot Lebih Agresif Tangani Pengungsi

Ambon, Wartamaluku.com – Pimpinan sementara DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury meminta Pemerintah Kabupaten/Kota mesti lebih agresif menangani masalah pengungsi agar penanganan pengungsi pasca gempa dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Menurutnya, masalah pengungsi adalah masalah kemanusian yang mesti ditangani dengan benar. Sehingga sebagai Pemerintah mesti hadir memberi kepastian bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap seluruh rakyat.

Wattimury juga meminta agar Pemerintah Provinsi terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota yang bersinggungan langsung dengan bencana gempa. Ungkapnya kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, kamis, 10/10/2019.

Menurutnya, temuan tim penanganan pengungsi gempa DPRD Maluku yang melakukan monitoring di lapangan mendapati bahwa pemerintah provinsi sangat agresif sehingga perlu meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar mereka juga bisa memperhatikan dengan baik kondisi pengungsi di lapangan untuk menghindari masalah sosial.

“Penanganan pengungsi mesti dilakukan dengan baik oleh pemerintah kabupaten/kota karena kalau tidak diperhatikan maka bisa menimbulkan masalah sosial. Contoh ada informasi jika terjadi permasalahan di Desa Waai dimana pejabat desa hampir saja dibakar oleh masyarakat. Ini yang perlu diantisipasi sehingga perlu koordinasi dan penanganan serius baik dari pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kota Ambon” kata Wattimury.

Karena itu, hasil temuan tim penanganan bencana gempa DPRD Maluku yang diketuai Amir Rumra akan memaparkan kondisi lapangan kepada Plt Setda Pemprov Maluku sebagai penanggungjawab di tingkat provinsi.

Dikatakan, Pemerintah pusat sudah sangat serius dalam memberikan kepedulian dan perhatian kepada pengungsi walau itu masih terbatas. Tapi paling tidak ada kepedulian yang besar. Kalau kepedulian pemerintah pusat begitu besar maka bagimana dengan pemerintah kabupaten/kota. Sehingga pengungsi menjadi pergumulan bersama. Ujarnya.

Dia berharap pemerintah kabupaten/kota jangan pernah tinggalkan pengungsi berjalan sendiri. “Tapi masalah pengungsi adalah masalah kita bersama”. Harap politisi PDIP ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *