DPRD MBD Tinjau KMP Masela di Tempat Doking

Ambon, Wartamaluku.com – Komisi C DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melakukan kunjungan kerja ke PT. Dok dan Perkapalan Waiame (Persero) Ambon kamis (7/2/2019) untuk melihat secara langsung kondisi kapal KMP Marsela sekaligus bertatap muka dengan Dirut PT Dok dan Perkapalan Waiame.

“Kunjungan Komisi C DPRD MBD ini dalam rangka meninjau langsung kondisi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Masela yang masih berlabuh yang sejak dua tahun lalu doking hingga kini belum beroperasi.” Ungkap ketua Komisi C DPRD MBD Piet Lakburlawal kepada media ini usai melakukan kunjungan.

Di bawah pimpinan Piet Lakburlawal selaku Ketua Komisi bersama beberapa Anggota, diterima langsung oleh Benny Latukolan sekaligus mendampingi untuk melihat langsung kondisi kapal tersebut.

Menurut Lakburlawal, saat hearing sejenak dengan pimpinan Dok Waiame Benny Latukolan mengatakan,dari sisi kelayakan KMP Masela layak, kapal motor penyebrangan Marsela ternyata ada panel yang rusak, namun sementara diperbaiki. Sedangkan untuk mesin sendiri yang ada di kapal masih layak jalan.

“Berdasarkan pernyataan Pak Benny, kapal KMP Marsela masih layak untuk beroperasi, namun saat ini ada panel yang rusak di bagian bawah kapal, namun sementara diperbaiki sedangkan untuk mesin itu masih layak jalan.” Tuturnya.

Kapal di jaga oleh satu orang petugas masih bisa berlayar namun ketua komisi C ini tidak bisa memastikan kapan bisa jalan. Sebab semua ada mekanismenya.

Selain itu, Komisi C juga sudah memanggil pihak ketiga yakni Direktur BUMD Kalwedo dan kapal tersebut pun belum bisa dipastikan akan dikembalikan kemana, yang jelas kapal ini milik Pemerintah Daerah Kabupaten MBD bukan Pemerintah Provinsi Maluku. Karena aset pemkab tidak bisa di kasih ke siapa-siapa.Kalau pemutihan atau dialihkan ,harus ada persetujuan DPRD Kabupaten. Tandasnya.

Sementara itu menurut Benny Latukolan, hasil kunjungan Komisi C DPRD MBD ini,yang penting sudah tahu masalah biayanya.

“Saya sudah serahkan kontrak ke Ketua Komisi. Sedangkan untuk hutan masih ada Rp 82 juta lebih.” Ucap Latukolan.

Untuk diketahui, KMP Masela doking dari tahun 2017 jadi sudah satu tahun lebih kapal KMP Masela berada di tempat doking.

Namun, belum ada jaminan mau dibayar atau belum, Keputusan seperti apa, baru nantinya dikabari ke pihak Dok dan Perkapalan Waiame,”ungkap Benny. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *