DPRD Minta BPJN Maluku Percepat Pembangunan Jembatan Waikaka

Ambon, Wartamaluku.com – Komisi C DPRD Provinsi Maluku meminta Pihak Balai Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah XVI Maluku agar percepat pembangunan jembatan Waikaka/Waitala yang berada di kabupaten Seram Bagian Barat. Pasalnya, jembatan tersebut sudah terjadi gesekan yang sangat tinggi.

Jembatan yang menghubungkan tiga kabupaten yakni kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur ini terjadi kemiringan yang mengakibatkan transportasi roda empat tidak bisa melintasi daerah tersebut. Bahkan biaya perekonomian pun menjadi sangat tinggi.

Meskipun belum ada anggaran untuk membangun jembatan permanen namun minimal harus ada alternatif lain dengan membangun jembatan kayu.

“Berkaitan dengan itu, pimpinan dan anggota komisi C DPRD Maluku meminta untuk secepatnya BPJN lakukan penanganan terhadap jembatan waikaka, sehingga jalur tersebut bisa digunakan oleh masyarakat. Demikian dikatakan Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Yermias kepada wartawan usai menggelar rapat bersama pihak BPJN dan BWS Maluku, jumat, 2/8/2019.

Karena itu, kata Yermias, dalam waktu dekat DPRD akan melakukan on the spot guna melihat dan mengecek langsung pembangunan jembatan tersebut.

Selain itu, DPRD berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Balai Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku agar selalu bersinergi, sebab membangun jembatan itu, 100 meter ke hilir dan 100 meter ke hulu merupakan tanggung jawab BPJN sedangkan 100 meter ke atas adalah tanggung jawab BWS hal ini harus dilakukan sehingga tidak terjadi masalah seperti di Waikaka. Ujar Yermias.

Sementara itu, Anggota DPRD Maluku Habiba Pelu mengatakan dengan rentang kendali yang terjadi dirinya minta harus dilakukan alternatif lain dengan membangun jembatan darurat. Karena kondisi Jembatan Waitala saat ini semakin miring dan itu menyebabkan terjadi kelumpuhan.

“Saya minta dan berharap kepada Kepala Balai Jalan dan Jembatan Nasional dan Kepala Balai Wilayah Sungai untuk bisa memikirkan bagaimana caranya agar tidak terjadi kelumpuhan total. Jembatan darurat model apapun harus dilakukan karena kalau menunggu jembatan permanen pasti membutuhkan waktu yang lama”, turur Pelu. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *