Gelar Reses, Masyarakat Bursel Minta Dibangun Talud Pemecah Ombak

Ambon, Wartamaluku.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Arny Hassana Soulisa saat melaksanakan reses masa sidang I, untuk menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Anggota DPRD Maluku sekaligus politisi Partai PDI Perjuangan ini mengatakan, hasil reses yang dilakukan di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), sebagian besar masyarakat membutuhkan pembangunan talud pemecah ombak, dan juga program pemberdayaan bagi masyarakat.

“Kebanyakan permintaan masyarakat di Kabupaten Bursel itu yakni, pembangunan jaringan air bersih, jalan setapak, pembangunan pagar masjid, pembangunan talud penahan ombak, dan juga program pemberdayaan seperti, pengadaan mesin untuk memarut kelapa. Untuk pagar mesjid memang sudah direalisasikan oleh anggota DPRD Provinsi Maluku sebelumnya, namun belum selesai,” ungkap Arny kepada wartawan, di Ambon, Kamis (09/012020).

Menurutnya, Untuk talud pemecah ombak sudah dibangun oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku pada tahun 2019 lalu, namun, belum selesai. Untuk itu, Arny meminta agar BWS segera menyelesaikan pembangunan proyek itu.

“Permintaan ini tidak masuk dalam aspirasi masyarakat ya, tapi karena saya kebetulan di Komisi III DPRD Maluku, maka akan saya koordinasikan masalah ini dengan pihak BWS. Karena kalau saya lihat, memang jika tidak segera dituntaskan pekerjaannya, maka dikhawatirkan air akan terus masuk ke pemukiman warga, khususnya di Desa Fatmite, Lektaka, dan Enfule,” ujarnya.

Ditambahkan Arny, saat ini lebih fokus pada masalah pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Buru Selatan.

Sementara untuk program pemberdayaan, Arny mengaku, dirinya telah meminta masyarakat untuk membentuk kelompok untuk merintis usaha, agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Di Desa Leku itu, mata pencaharian masyarakatnya itu adalah membuat minyak kelapa, sehingga bagi saya mesin pemarut kelapa saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di desa setempat (Leku). Karena kalau mereka harus memarut di pasar, harganya itu mahal. Saya berharap, warga bisa meningkatkan penghasilan dan perekonomian mereka,” tuturnya. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *