Hadapi Era Industri 4.0, Unpatti Harus Mampu Kuasai Teknologi

Ambon, Wartamaluku.com – Dalam menghadapi era industrialisasi 4.0 Universitas Pattimura Ambon harus mampu mengusai teknologi informasi. Sehingga seluruh proses Tri Dharma bisa berjalan dengan baik. Sebab Pendidikan, Penelitian dan pengembangan masyarakat harus dilaksanakan dengan menggunakan teknologi. Dan Unpatti harus mampu melaksanakannya.

Sebagai contoh, kedepan Unpatti diberikan peluang untuk melakukan pendidikan learning artinya kuliah – kuliah yang dilakukan bisa melalui tatap muka, bisa juga dengan learning dimana materi juga bisa disampaikan melalui internet. Demikian dikatakan Rektor Universitas Pattimura Ambon Prof.dr M.J Sapteno SH, M.Hum pada konferensi pers yang berlangsung di aula Unpatti Ambon, Sabtu, 1/6/2019.

Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) dalam konfrensi pers yang bertemakan ”Strategi Universitas Pattimura Dalam Meningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia dan Institusi di Era Revolusi Industri 4.0” menjelaskan, secara garis besar yang menjadi poin penting dalam transformasi sistem pendidikan tinggi di Unpatti.

Menurutnya, untuk mengikuti arus revolusi industri ini, Unpatti harus bisa menghasilkan generasi-generasi berkualitas yang akan mengisi revolusi industri 4.0. Karena itu, kedepan Unpatti harus melakukan terobosan
dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar bisa bersaing di kancah global.

“Strategi dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia secara garis besar ini yakni kita berupaya agar kurikulum di Unpatti berorientasi pada massa depan,pembelanjaran model blended learning. Selain itu kompentensi dosen dalam mengkommersial teknologi, kompentensi dosen dalam memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dan kompetensi dosen sebagai konselor/ konseling. Artinya para dosen harus melakukan penelitian – penelitian yang bisa menghasilkan suatu temuan”, tuturnya.

Selain itu, Unpatti juga akan mempersiapkan Sumber Daya Manusia pada bidang IT, meskipun saat ini masih terbatas namun Sapteno berharap kedepan bisa lebih baik. Ujarnya.

Sebab, kunci dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 adalah menyiapkan kemajuan teknologi, disisi lain perlu dilakukan pengembangan SDM agar dampak negatif dari perkembangan teknologi dapat di tekan. Dunia pendidikan harus mampu mengembangkan strategi transformasi industri. Ungkap Sapteno. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *