Ingin Tingkatkan Pemahaman, Tifa Damai Gelar Workshop PCBJMS

Ambon, Wartamaluku.com – Untuk memperluas jangkauan program dan meningkatkan pemahaman bersama dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah ini, maka Institut Tifa Damai Maluku menggelar kegiatan workshop Pengembangan Cewers Berbasis Jaringan Multi Stakeholders (PCBJMS), yang berlangsung di Hotel Amaris, Rabu (13/12).

Gubernur Maluku dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maluku, Megi Samson mengatakan, sebagaimana diketahui bahwa konflik dan kekerasan yang terjadi di masa lalu, telah menjadi satu agenda global terpenting dan menarik perhatian para pemimpin dunia.

Khususnya dalam konteks Indonesia, pasca berakhirnya Orde Baru pada akhir tahun 1990-an, secara beruntun pada Desember 1996 terjadi konflik di beberapa daerah termasuk di Maluku.

Yang mana, konflik-konflik tersebut dipicu oleh peredaran miras, kecelakaan lalulintas, kenakalan remaja, batas wilayah dan hal lainnya. Karenanya, perdamaian sangatlah menentukan mati hidupnya sebuah masyarakat, menentukan derajat martabat, identitas dan produktifitas sebuah masyarakat dan bangsa yang tercermin dalam tindakan pencegahan dini dan respon dini konflik sebagai solusi dan perumusan strategi pencegahan menjadi kebutuhan yang relevan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan dialog komunitas dan pelatihan yang melibatkan masyarakat di daerah ini.

“Saya tahu bahwa, Institut Tifa Damai Maluku selama ini telah menunjukan peran dan fungainya, serta berkontribusi secara nyata sebagai sala satu motor penggerak dalam menciptakan tatanan sosial kemasyarakatan yang aman, rukun dan damai,” akunya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini maupun kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan oleh Tifa Damai, telah menjadi salah satu upaya dalam memperluas jangkauan program dan meningkatkan pemahaman bersama dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan di Maluku.

“Saya berharap, kedepannya ada sinkronisasi kegiatan-kegiatan pembangunan yang peduli dapat memperkuat pemantauan konflik, strategis pencegahan dini dan respon dini konflik untuk perdamaian berkelanjutan di Maluku,” harapnya.

Dijelaskan, masyarakat, baik secara individu maupun kelompok sebagai pelaku utama dalam membangun kehidupan bersama antar sesama anak bangsa, harus memiliki kesadaran untuk membangun hidup bersama dalam suasana aman, rukun dan damai.

“Saya kira hanya dalam suasana yang aman, rukun dan damai sajalah kita dapat melaksanakan pembangunan guna kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku.

Saya juga menghimbau kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kelompok perempuan serta elemen masyarakat lainnya, untuk mwndukug kegiatan strategis dalam mengelola konflik dan membangub perdamaian di Maluku,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *