Kolatlena : Kelmuri Masih dianggap Tertinggal

Ambon, Wartamaluku.com – Anggota Komisi I DPRD Maluku, Alimudin Kolatlena mengatakan jika kecamatan Kilmuri di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, dianggap masih tertinggal jauh dari seluruh kecamatan dari banyak aspek, baik pembangunan, pemerintahan hingga pemberdayaan masyarakat.

“Tahun 2017 mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab SBT) pernah berkunjung ke Kilmuri. Di hadapan masyarakat disana, Pak mantan Gubernur berjanji bahwa pada tahun 2018 akan ada aktivitas pembangunan yang diarahkan ke kecamatan tersebut. Tetapi nyatanya, sampai berakhir masa jabatan Pak mantan Gubernur, tidak ada satu pun kegiatan pembangunan di Kilmuri,” ujar Kolatlena kepada wartawan, di Ambon, senin, 2/12/2019.

Bahkan, DPRD Provinsi Maluku periode 2014-2019 pernah berjanji untuk berkunjung ke Kilmuri. Namun lagi-lagi masyarakat setempat dibuat kecewa, lantaran hingga akhir masa periodesasinya, anggota DPRD tak kunjung datang.

“Saya kembali mengingatkan pemerintah provinsi untuk lebih fokus membangun Kilmuri, jangan hanya daerah lain. Saya juga meminta dukungan moril dan politik teman-teman DPRD periode sekarang untuk dapat menindaklanjuti persoalan Kilmuri, dan sejauh ini, rekan-rekan di komisi maupun legislator asal dapil SBT sangat mendukung,” katanya

Diakui, masyarakat Kilmuri saat ini sangat membutuhkan akses jalan dan pendidikan, serta kesehatan masyarakat. Pasalnya, kecamatan itu cukup terisolasi.”Masyarakat Kilmuri menaruh harapan besar kepada gubernur yang baru, paling tidak kebutuhan dasar mereka sedikit demi sedikit bisa dijawab oleh gubernur,” tandasnya.

Dia juga berharap soal pembagian anggaran ke setiap kabupaten/kota melalui konsep gugus pulau tidak hanya mempertimbangkan asas jumlah penduduk dan luas wilayah.

“Bagi kami kue pembangunan saat ini tidak merata. Untuk itu, saya berharap pendekatan pembangunan berbasis gugus pulau untuk membangun konektivitas antarwilayah, saya kira konektivitas ini sangat penting karena berdampak luas terhadap banyak hal, dimana adanya pembukaan akses membuat arus barang lancar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” demikian Kolatlena. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *