Makan Raksi Bersama Rayakan HUT Kota Tiakur Ke – 6

Tiakur, Wartamaluku.com – Perayaan hari jadi Kota Tiakur ke – 6 yang baru pertama kali dirayakan ini merupakan sesuatu yang unik, dengan menggelar makan Raksi bersama, dengan panjang meja Raski 450 meter, lebih panjang dari HUT Kabupeten yang telah dirayakan pada bulan juli lalu.

Sekedar diketahui, Makan Raksi bersama ini merupakan warisan budaya dari para leluhur yang terus terjaga di Bumi Kalwedo dengan makan di atas meja adat yang ditata dari daun kelapa dan daun pisang lengkap dengan berbagai macam makanan pangan lokal.

Makan di atas meja ini menampilkan gambaran hidup dalam kebersamaan sebagai orang bersaudara tanpa pandang status, jabatan, suku, ras dan agama. Saat duduk bersama di meja Raski kita semua adalah sama; Tidak ada orang kaya atau miskin, tidak kenal orang besar atau kecil. Tidak pandang suku, tidak pandang agama. Kita semua sama yakni orang Maluku Barat Daya. Ungkap Bupati Maluku Barat Daya saat memberikan arahan sebelum makan Raski bersama, di depan kantor Bupati MBD, senin 26/11/2018.

Menurutnya, Makan Raksi dapat digambarkan layaknya perjamuan kudus yang dilakukan Yesus dan para Murid, yakni di meja ada berkat makanan dan nasihat. Dalam pandangan orang-orang di Maluku Barat Daya, duduk di meja Raksi bukan karena makanan dan minuman. tetapi soal persekutuan, soal persaudaraan, soal berat sama dipikul ringan sama di jinjin.

Selain itu, Tradisi simbolis makan Raski ini juga merupakan momentum untuk saling mengingatkan dan menasehati untuk membangun persaudaraan.

Sementara itu, Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa mengakui makan Raski bersama merupakan sesuatu yang luar biasa.

“Memang di Maluku ini kita hampir sama yakin makan patita mungkin nama saja yang berbeda, kalau MBD itu namanya makan Raksi. Namun di MBD ini menurut saya lebih unik karena makan bersama dilakukan di ruang terbuka, makanan dan minumannya pun diletakan di atas daun kelapa pengganti meja makan. Ini juga melambangkan kebersamaan kita dengan duduk satu meja antara pemimpin dan masyarakat, dengan siapa saja tanpa ada perbedaan.” Ungkap Bupati Tagop. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *