Minat Baca Buku Di Maluku Masih Minim

Ambon, Wartamaluku.com – Melalui tahapan seleksi,di tetapkanlah Stanlay Ferdinandus sebagai Duta Baca Provinsi Maluku,Selasa (04/11/2018) di Marina Hotel.

Pengukuhan Stanlay,oleh Ronny Tairas yang hadir mewakili Gubernur Maluku.Saat diwawancarai,Stanlay Ferdinandus katakan,bersama-sama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku serta melibatkan teman-teman baca,untuk mendorong,meningkatkan minat baca dan juga meningkatkan literasi dari anak-anak di Maluku.Pasalnya menurut Stanlay,minat baca buku di Maluku masih minim.

“Kalau mau berbicara mengenai minat baca di Maluku secara umum sudah pasti mau dibilang rendah dan perlu diperjuangkan lagi. Baca dalam arti ‘baca buku’,literasi terhadap buku,tantangan-tantangan geografis banyak tempat tidak punya buku,banyak sekolah tetapi tidak punya akses buku.Dan juga,kalau sekarang kita bilang baca tidak harus buku tetapi di Maluku tidak semua daerah,cuma beberapa kabupaten dan kota yang sudah terakses internet.Lebih dari itu tidak ada,”ungkapnya.

Menurutnya,kesulitan atau tantangan sebenarnya pasti ketersediaan buku,banyak buku terbatas dan berbicara menyangkut budaya.Sementara,mendorong minat baca di kalangan anak-anak,dimulai dari orang tua yang membaca itu,harus ditumbuhkan sejak anak-anak,tidak bisa langsung SMA mau minta dia rajin membaca.

“Tantangan adalah,kita juga perlu mengedukasi keluarga dalam hal ini orang tua sehingga, budaya membaca itu,mulai dihidupkan dari orang tua.Karena orang tua yang paling mudah untuk mempengaruhi atau membantu anak-anak dalam gemar membaca,”himbaunya.

Sementara itu,Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku,Mustafa Sangadji menuturkan,dikukuhkan duta baca ditetapkan dengan keputusan gubernur.Nantinya,menjadi motivator dan inovator dalam mengembangkan gerakan minat baca di Maluku.

Kadis menambahkan,hal yang paling bagus,tidak ada orang berhasil tanpa membaca.Kita orang Maluku harus dekat dengan buku.”Kedekatan dengan buku adalah kedekatan dengan pengetahuan,”pungkasnya.
Sedangkan,dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan oleh Ronny Tairas disebutkan,barometer kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi .Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan adalah bangsa yang menguasai dunia.Penguasaan ilmu pengetahuan tersebut,dapat diperoleh dengan berbagai cara,salah satunya dengan membaca buku.

Gubernur mengakui,bentangan wilayah provinsi Maluku yang begitu luas,dengan kondisi-kondisi wilayah dan kategori daerah terluar,tertinggal,terpencil dan sebagainya,memberikan isyarat bahwa sumbangan yang cukup signifikan terhadap rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia,juga datangnya dari provinsi Maluku.
“Dengan terpilihnya saudara Stanlay Ferdinandus sebagai duta baca provinsi Maluku tahun 2018,diharapkan akan memberikan motivasi kepada masyarakat di Maluku,”harap Gubernur.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan kegiatan selama dua hari yakni tanggal 4-5 Desember.Usai pengukuhan,dilanjutkan dengan bimtek tenaga pengelola perpustakaan desa/kelurahan di provinsi Maluku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *