Mulai Terserang Penyakit, Pengungsi Butuh Tenaga Medis

Ambon, Wartamaluku.com – Sejumlah titik pengungsian yang ada di beberapa lokasi hingga saat ini belum tersentuh bantuan dan tenaga medis.

Pasalnya, warga yang berada di tempat-tempat pengungsian mulai terserang berbagai macam penyakit, mulai dari ISPA, diare hingga gatal-gatal. Olehnya itu, saat ini pengungsi sangat membutuhkan tenaga medis, khususnya untuk anak-anak dan lansia.

“Hasil peninjauan kita (tim penanganan pengungsi DPRD Provinsi Maluku) di lapangan, bahwa memang dibeberapa titik pengungsian, banyak warga yang sudah mulai terserang berbagai penyakit. Ada ISPA, batuk, demam bahkan gatal-gatal,” demikian dikatakan Anggota DPRD Provinsi Maluku dan juga tim penanganan pengungsi, Ruslan Hurasan kepada wartawan, di ruang Fraksi Persatuan Bangsa DPRD Provinsi Maluku, Kamis (10/10/2019).

Dikatakan, untuk mengantisipasi masalah tersebut, kata Hurasan, maka pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng) maupun Kota Ambon untuk mendorong agar segera dilakukan tanggap kesehatan sesegera mungkin, agar proaktif dengan mengirim tenaga medis dan kesehatan untuk ditempatkan di lokasi-lokasi yang strategis, supaya bisa menjangkau tempat-tempat pengungsian.

“Seperti di Kabupaten SBB kemarin, kami bersama-sama dengan pemkab setempat menyambut banyak tenaga medis yang datang, baik dari Mabes Polri, 80 tenaga kesehatan dari sejumlah universitas dan juga relawan. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Provinsi Maluku melakukan menejemen distribusi tenaga kesehatan secara merata di beberapa titik pengungsian. Nah, itu yang harus kita dorong,” kata Ruslan.

Menurutnya, ada sejumlah titik pengungsian yang sudah dijangkau oleh tenaga kesehatan maupun distribusi bantuan, tetapi ada juga beberapa titik pengungsian yang belum tersentuh bantuan dan tenaga medis.

“Kita tadi, sudah merekomendasikan untuk dilakukan pemetaan pengungsi, karena ada beberapa titik yang sampai hari ini belum tersentuh. Ini karena kurangnya koordinasi antara Pemprov dan pemkab/kota. Kita tentunya harus berterima kasih kepada para relawan yang ada saat ini, karena mereka proaktif di lapangan. Koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat sangat penting, karena mereka lebih tahu dimana lokasi pengungsian,” tutur Hurasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *