Padma Perwakilan Maluku Usulkan Kemenaker Bangun Politeknik Tenaga Kerja di MBD

Jakarta, Wartamaluku.com – Seiring percepatan pembangunan yang saat ini gencar dilakukan pemerintah pusat di seluruh Kabupaten Kota, Perwakilan Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia Perwakilan Maluku mengusulkan kepada Kementerian Tenaga Kerja untuk segera membangun Politeknik Tenaga Kerja dan Balai Latihan Kerja bertaraf internasional di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Ketua Padma Indonesia Perwakilan Maluku, Freni Lutruntuhluy, S.Pd kepada awak media usai mengikuti kegiatan dialog hasil penelitian Prof. Prof. Sulistiawati Irianto yang di dampingi Tirtawening, SH, M. Si di Seantury Prark Hotel Jakarta jumat (12/4) menjelaskan, dirinya telah menyampaikan kepada pihak Kemenaker untuk segera membuka satu balai latihan kerja bertaraf internasional dan juga satu Politeknik Tenaga Kerja di kabupaten MBD untuk menjawab peluang besar investasi dua blok minyak dan gas yang berada di perairan Maluku Barat Daya.

“Kami menyampaikan hal itu agar Kemenaker mulai berfikir langkah selanjutnya. Ini dimaksdukan agar tenaga kerja kita tidak keluar negeri melainkan kita siapkan untuk dipekerjakan pada sektor-sektor yang dibutuhkan dua blok itu”, jelas Freni Lutrun.

Pada sisi lainnya, dirinya juga menegaskan bahwa kompleksitas masalah tenaga kerja Indonesia saat ini masih disoroti banyak pihak sekaligus membutuhkan perhatian termasuk di wilayah Maluku.

Salah satu contoh yang ia soroti dalam pertemuan yang dihadiri IOM Internasional, ILO, BNP2TKI dan asosiasi pekerja tingkat nasional itu adalah program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang dilakukan Kemenaker itu justru tidak membuahkan hasil yang maksimal, sebagaimana target pemerintah untuk menekan pekerja agar tidak cenderung keluar negeri.

Program itu, kata Freni Lutrun, belum bisa diandalkan karena selain tidak tepat sasaran, anggaran dari kementerian juga sangat tidak mendukung.
“Kami melihat beberapa contoh itu, namun prakteknya tidak bisa menekan jumlah PMI yang berkeinginan ke luar. Dengan asumsi ini, diharapkan ada prioritas lain yang harus dilakukan sebagai terobosan pemerintah menekan masalah PMI kita”, jelas Pria asal Maluku Barat Daya lulusan Kampus Universitas Kristen Artha wacana itu.

Dalam konteks Maluku, Freni Lutrun sebagai perwakilan Padma Indonesia mengharapkan pemerintah untuk segera merealisasikan BLK Internasional di Maluku dan politeknik tenaga kerja sebagai upaya menjawab persoalan PMI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *