Sektor Pariwisata di MBD Harusnya Jadi Sumber Pendapatan Paling Besar

JAKARTA – Potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Maluku Barat Daya begitu melimpah. Hampir di semua sector daerah itu menjadi andalan serta dapat menjadi sumber pendapatan daerah paling besar, salah satunya pariwisata.

Menurut pandangan Yayasan Cinta Anak Negeri (YCAN-RI) di Jakarta, pada sector pariwisata MBD sendiri ada kemungkinan sumber daya aparatur pemerintah mengalami kewahalan dalam hal perencanaan, pengawasan, termasuk promosi pada media masa yang mungkin belum maksimal. Selain itu, dalam tataran konsep, pemerintah belum melihat aspek pendukung misalnya apa yang menjadi kecenderungan public melirik suatu daerah menjadi destinasinya.

Pantai Sila Pulau Lakor Layak dijadikan Obyek Wisata MBD

“Kalau menurut kami YCAN RI, pertama, kita lihat dulu sumber daya aparaturnya. Kedua, kita lihat bagaimana konsep perencanaan, pengawasan, evaluasi hasil dan tingkat promosinya. Kalau ini dilakukan, maka pertanyaannya adalah, berapa banyak para pengunjung wisatawan luar yang pergi ke MBD. Kalau dalam setahun saja tidak mencapai 50 persen, maka menurut saya kita perlu pikirkan hal ini secara matang”, kata Freni Lutrun, Ketua Umum YCAN-RI di Jakarta, pada jumad (11/8).

Pada konteks lain, ia menjelaskan, sebetulnya pola dan strategi promosi termasuk dalam bidang perencanaan harus bisa dirubah dari kebiasaan lama itu dengan cara model sekarang ada elaborasi antara keinginan pemerintah dan kecenderungan public melirik dan mengunjungi obyek tertentu. Lazimnya pemerintah melakukan perencanaan namun hasilnya ternyata tingkat kunjungannya tidak ada, maka baiknya kebiasaan itu dirubah.

“Kalau dalam setahun kondisinya begitu maka menurut saya baiknya kita rubah dengan cara baru dengan mencoba melakukan riset serta berupaya menggandeng lembaga-lembaga lain untuk kepentingan bersama. Coba kita lihat di NTT, beigitu kuatnya mereka promosikan wisata dengan cara menggandeng yayasan di daerah atau LSM. Mengapa begitu, karena pemerintah sendiri sadar bahwa untuk sector pariwisata tidak mungkin hal itu dilakukan sendiri oleh pemeritah sebab, untuk mengetahui lika-liku keinginan dan kebutuhan para wisatawan para pelaku wisata yang lebih mengetahui kebutuhan apa yang harus dilakukan”, jelasnya.

Dalam kepentingan promosi pariwisata MBD, langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten antara lain, mengupayakan anggaran yang cukup untuk sector pariwisata khususnya pembangunan infrastruktur, memaksimalkan biaya promosi di media serta menggandeng Yayasan dan LSM di pusat maupun di daerah.

“Kita berharap MBD kedepan lebih baik lagi. Selain itu, kita mendukung semua langkah yang telah dilakukan. Apa yang kami sampaikan ini bagian dari kami memberi kontribusi pemikiran dalam rangka bagaimana membangun MBD lebih baik khususnya pada sector Pariwisata”, demikian Freni Lutrun menjelaskan hal itu kepada wartamaluku.com. [yani]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *