Selalu Kehabisan Solar, Diduga Ada Oknum PLN Nakal di Kisar

Kisar, Wartamaluku.com – Masyarakat Pulau Kisar kini mulai geram atas sikap Perusahan Listrik Negara (PLN) ranting Wonreli Kabupaten Maluku Barat Daya yang mana selalu melakukan pemadaman total tanpa kompromi dan tanpa pemberitahuan. Bukan itu saja kekesalan masyarakat juga muncul lantaran alasan dari manajemen dan otoritas PLN yang berbelit-belit. Demikian dikatakan
Joshua salah satu masyrakat P. Kisar kepada media ini pekan lalu.

Menurutnya, alasan PLN melakukan pemadaman sangat tidak masuk akal. Bagaimana tidak, minyak solar yang disubsidikan oleh pertamina kepada PLN itu kuotanya untuk sebulan kok kenapa sudah habis dalam beberapa hari saja, padahal baru awal bulan dan itu kemudian dijadikan alasan utk melakukan pemadaman.

Pada Bulan september lalu, PLN melakukan pemadaman dengan alasan pembenahan jaringan, eh kali ini ( bulan oktober) alasannya kehabisan bahan bakar solar. Sebenarnya mana yang jelas…? Tanya Joshua.

Dirinya menilai ada permainan kotor di tubuh PLN sendiri dimana diduga ada oknum pegawai PLN yang sengaja menjual solar milik PLN ke pihak lain sehingga kuota selama satu bulan sudah tidak memadai pungkasnya.

“Oleh sebab itu saya minta kepada petinggi PLN di Ambon agar segera mencopot kepala PLN wonreli sehingga tidak merugikan masyarakat lebih jauh.” Ucapnya.

Sementara itu, Jerry salah satu masyarakat wonreli mengaku pada awal tahun 2018 lalu, dirinya pernah menerima laporan dari warga bahwa ada oknum pegawai PLN berinisial (LR) pernah menjual solar kepada salah satu sekolah dasar (SD) di P. Kisar. Informasi ini diyakini Jerry karena sumbernya langsung dari salah satu guru yang bertugas di sekolah tersebut yang enggan namanya dipublish.

Oleh karena itu, Jerri meminta, aparat penegak hukum di wilayah itu segera mengambil langkah-langkah tegas sekiranya informasi itu benar.

“Sudah ada polisi yang datang ke saya dan saya sudah sampaikan silahkan aparat kepolisian menindaklanjuti informasi yg sudah saya sampaikan akan tetapi kalau persoalan ini mau diselesaikan menggunakan honoli maka itu domainnya aparat kepolisian.”Ungkapnya.

Lanjutnya, mestinya sebelum dilakukan pemadaman, sudah ada informasi resmi dari otoritas PLN namun ini sama sekali tidak dilakukan dan ketika terjadi polemik di masyarakat barulah mulai beredar rumor katanya PLN kehabisan bahan bakar. Ini kan sangat ironis..imbuh jerry.

Dirinya meminta kepada aparat kepolisian setempat agar segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap PLN wonreli beserta seluruh karyawannya terkait kahabisan minyak yang mana sudah dialokasikan selama sebulan penuh.

Karena, akibat dari kelangkaan solar maka saat ini lampu hanya menyala selama 12 jam mulai dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Tuturnya. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *