Semua Kandidat Masih Punya Peluang Untuk Menang Di Pilkada Maluku

Ambon, Wartamaluku.com – Pesta demokrasi pemilihan Gubernur maluku semakin menjadi perhatian semua salah satunya, melalui Lembaga Survey Media Riset Strategi Bedah Nusantara melalui rilis data yang disampaikan Ketua Tim Survey, Steve Palyama Selasa (09/01/2018) di Ambon.

Temuan hasil survey sementara di beberapa antara lain jumlah masyarakat yang menentukan pilihannya terhadap gubernur dan wakil gubernur maluku.

Menurut Palyama apabila ada tiga kandidat yang bertarung dalam pesta Pemilihan gubernur maluku tahun 2018 dengan jangka waktu hanya tinggal beberapa bulan ini yakni pasangan calon SANTUN, HEBAT dan Mas Bro. Pada hasil temuan lainnya menyatakan jumlah daftar pemilih yang telah menentukan pilihan sebanyak 83, 79 % , dan yang belum menentukan pilihannya sebanyak 16,21 %.

Palyama menjelaskan dari 83,79 % penentu pilihan ini, masih terdapat 10, 21% pemilih yang masih bisa merubahnya.

Sedangkan untuk sementara waktu, 67,55 % telah komit dan tetap dengan pilihannya. Oleh sebab itu, terdapat 26,40 % penentu yang merupakan potensi gerak yang sangat dinamis. Sehingga semua pasangan calon masih memiliki peluang yang sama untuk merebut kursi nomor satu dan dua di maluku.

Sebab menurut Palyama, hal tersebut dibuktikan berdasarkan kinerja incumbent, yakni kinerja masyarakat dalam grafiknya sebanyak 52, 4% dinyatakan baik, 5,1 sangat baik cukup dan kurangnya sebanyak 10% .

Hingga tingkat kepuasan kinerja menunjukan sebanyak 52 % puas, 38 % tidak puas serta 10% belum ditentukan.

Sedangkan temuan sementara datang dari partai politik. Pada grafik penentu, bahwa partai politik yang masih dikatakan besar ialah PDIP dengan frekuensi penentu sebanyak 16,2 % di ikuti oleh partai Golkar sebanyak 13,1% dan partai PKB menduduki posisi ketiga dengan presentasi 10% serta diikuti oleh partai Gerindra yakni 9,4 %.

” Awalnya pihak kami telah mensurvey ke sembilan calon gubernur serta 10 calon wakil gubernur dan hasil yang kami dapati hanya 3 Paslon yang lolos”, ungkap Palyama.

Selain itu ada temuan lain diantaranya presentasi dikenal dan disukai, menunjukan hasil sebagai berikut, Said Assagaf dikenal sebanyak 94, 58 % dan disukai sebanyak 68, 93%. Herman Koedoeboen dikenal sebanyak 77, 25 % dan disukai sebanyak 75,12% serta Murad Ismail dikenal sebanyak 61, 25% dan 81,96%.

Masing-masing dilihat berdasarkan elektabilitas Paslon Gubernur diantaranya, Said Assagaf sebanyak 40,07% , Herman Koedoeboen 29,05%, Murad Ismail 14,17% serta yang belum menentukan 16,72%.

Penilaian sama juga terjadi pada Pasangan calon wakil gubernur diantaranya Andreas Rentanubun dikenal 71,90% dan dikenal 77,91% , Abdullah Vanath dikenal 89,22 % disukai 85, 67% serta Barnabas Orno 70,11% di sukai 79, 81%.

Dengan tingkat elektabilitas sebagai diantaranya Andreas Rentanubun 15,21 %,Abdullah Vanath 39,16%, Barnabbas Orno 21,17 % dan yang belum menentukan mencapai 24,46%. Presentasi hasil yang diterima keseluruhan ketiga Paslon tersebut rata-ratanya, Paslon SANTUN memperoleh 39, 16% , Murad 19,17% , HEBAT 31,48% dan belum menentukan pilihan 10,19%. Hal ini diperkuat dengan beberapa point update, antaranya Hasil survey ini dikatakan masih jauh dari pelaksanaan pilkada tahun 2018.

Selain itu posisi partai politik sangat menentukan pergeseran elektabilitas balon. Juga beberapa point lainnya seperti isu politik ini akan dianggap normatif juga situasi politik yang lama dapat mengalami fluktuasi yang sangat tajam.

Sertakemungkinan terjadi head to head sangat besar apabila calon independen tidak memenuhi syarat ketentuan. Sehingga komunikasi politik antar kandidat harus tetap di jaga karena dapat berdampak pada sentimen elektabilitas. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *