Serap Aspirasi Rakyat, Anggota DPRD Semy Letelay Gelar Reses

Ambon, Wartamaluku.com – Untuk menyerap aspirasi masyarakat yang ada di kabupaten MTB dan MBD anggota DPRD Provinsi Maluku Semuel Letelay dari Dapil tersebut adakan reses di pulau Kisar dan Moa Kabupaten MBD selama 10 hari.

“Kunjungan reses ini sebagai upaya didalam menjaring, menampung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Disebutkannya, dalam kunjungan reses tersebut ternyata mayoritas masyarakat MBD itu mengaspirasikan air bersih, jalan setapak dan beberapa persoalannya.

Hasil reses ternyata ada beberapa desa di kabupaten MBD perlu mendapat perhatian khusus, seperti kebutuhan air bersih.

“Ketika saya turun reses dan saya lihat ada banyak masalah yang harus di perhatikan seperti air bersih sebab, desa yang saya datangi ternyata hampir semua kekurangan air bersih dan ini perlu perhatian khusus”.tegas Letelay.

Dan menurut Letelay, persoalan air bersih ini sangat terdesak sehingga perlu ada penanganan khusus. Selain air bersih ada juga jalan tanah alias jalan perkampungan yang masih tanah belum di aspal sehingga kadang terjadi lumpur saat turun hujan.

Dia mengakui, sebagian desa di kisar seperti desa yawuru dan di pulau moa desa kiera itu memang ada masyarakat yang belum tersentuh dengan pembangunan jalan oleh sebab itu kami mendorong agar segera dibuka jalan perkampungan tersebut.

Kemudian ada persoalan-persoalan kemasyarakatan yang memang perlu dilakukan sosialisasi tentang hubungan sosial kemasyarakatan kesadaran mereka pada aspek hukum dan lain sebagainya ini perlu mendapat perhatian.

“Memang kebutuhan-kebutuhan di wilayah yang saya datang itukan ada kewenangan-kewenangan yang mesti dilakukan oleh kabupaten dan juga di provinsi, kalau provinsi langsung bisa saya ambil untuk di perjuangkan tetapi yang sifatnya kewenangan Kabupaten tetap diarahkan ke Kabupaten”. Ucapnya.

Selain itu juga menurut Letelay ada bangunan balai dusun di pulau Moa sangat memprihatinkan, sejak dulu ketika dirinya masih menjadi Pejabat ASN sampai sekarang kondisi balai dusun tersebut tetap sama.

“Saya melihat balai dusun tersebut sangat menyedihkan dan perlu ada penanganan sebab, Kasihan Balai Dusun itu dari dulu saya masih jadi pegawai negeri masih di MTB saya lakukan kunjungan kerja sebagai pejabat pemerintah waktu itu model bangunan balai dusun tersebut sampai hari ini tetap sama malah semakin parah”.Pungkasnya.

Sehingga persoalan – persoalan yang ada pada masyarakat tetap di perjuangan. Apalagi masalah yang sangat mendesak seperti air bersih dan lain- lain. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *