Sujahri Somar: Sangat Realistis Statmen Ketua PA

Ambon, Wartamaluku.com – Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Ambon Sujahri Somar menegaskan bahwa stetmen yang disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Alumi (PA) GMNI Ahmad Basarah terkait dengan meningkatnya korupsi di Indonesia itu merupakan hal yang wajar – wajar saja dan itu sangat realistis.

“Ketika dilihat dati berbagai problem dinamika Kebangsaan yang pada beberapa waktu lalu, pada saat Bung Ahmad Basarah di temui pers, dan beliau menjawab pertanyaan statmen Pak Prabowo yang menyampaikan bahwa tingkat Korupsi di Indonesia semakin meningkat. Munculnya pernyataan itu karena terpancing oleh pidato Calon Presiden Prabowo Subianto soal korupsi di Indonesia sudah stadium empat. Saya selaku Ketua DPC GMNI Ambon Sujahri Somar, menegaskan bahwa statemen Dr. Ahmad Basarah yang adalah “Ketua Umum PA (Persatuan Alumni) GMNI” itu adalah hal yang wajar – wajar saja dan sangat realistis.” Ucapnya.

Karena kata Somar, ketika mengingatkan kembali memori kolektif bangsa ini dengan rezim Orde Baru (ORBA) yang terkenal dengan kediktatoran dan KKN. Sehingga semangat gerakan reformasi untuk menumbangkan rezim ORBA dengan harapan, segala hal yang menyuburkan praktek KKN dapat diberantas dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.

“Salah satu yang pernah menjadi sorotan ialah mengusut harta kekayaan Soeharto. saya kira ini sudah menjadi konsumsi publik. dan kami meminta kepada Pemerintah untuk membuka kembali dokumen Korupsi di zaman ORBA. Karena itu, saya tegaskan, kami akan mengawal proses ini sampai tuntas ke akar akarnya.” Ungkapnya.

Sedangkan terkait pelaporan Dr.Ahmad Basara kepada pihak penegak Hukum silahkan.Tetapi perlu di ingat, memori kolektif di zaman ORBA masih sangat melekat dalam ingatan kami selaku Kaum Sukarnois, dan saya meminta serta menyerukan kepada GMNI Se-Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote agar ada pada satu Komando untuk kita mengawal dan membuat Gerakan “SAVE AHMAD BASARAH” sebagai orang tua kita, dalam membongkar KKN di zaman ORBA. Tuturnya. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *