Terkait Blok Masela, MBD Harus Jadi Pusat Pelatihan Berskala Internasional

Ambon, Wartamaluku.com – Kabupaten Maluku Barat Daya harus menjadi pusat pelatihan berskala internasional, Ungkap Wakil Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach kepada media ini di Ambon, selasa, 6/9/2017.

Sedangkan untuk pembangunan kilang pengolahan gas dan fasilitas pendukung mega proyek Blok Masela maka MBD minta pembangunan pabrik hasil migas harus bangun di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Menurut Noach, Apabila Pemerintah Pusat memilih pembangunan kilang di pulau selaru maupun Tanimbar, maka Maluku Barat Daya Minta pembangunan pabrik hasil gas entah itu Petrokimia maupun lainnya harus bangun di MBD.

Selain itu “kami juga minta logistiknya harus dari MBD, sebab kami miliki banyak hasil pertanian, ternak seperti kerbau, sapi, kambing, domba maupun ikan”.ucapnya.

Memang ada beberapa lokasi penunjang pembangunan kilang blok masela yakni Dua pulau berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yaitu Pulau Selaru dan Yamdena. Sedangkan dua pulau lainnya berada di Kabupaten Maluku Barat Daya, yaitu Pulau Babar dan Pulau Masela. Namun semua putusan ada pada pemerintah pusat.

kriteria yang harus dipenuhi untuk mengembangkan Blok Masela dengan skema darat. Pertama, kebutuhan lahan untuk kilang darat minimal 600 hektare. Kedua, dari segi teknis, lahan tersebut minimal tidak terganggu siklus angin musiman, seperti Muson Barat dan Muson Timur yang dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas operasional kilang tersebut nantinya. (WM)

2 tanggapan untuk “Terkait Blok Masela, MBD Harus Jadi Pusat Pelatihan Berskala Internasional

  • September 8, 2017 pada 12:33 am
    Permalink

    Saran
    1. pemerintah daerah sebelum mengambil keputusan dalam pengembangan blok masela di darat sebaiknya pelajari dulu undang undang no 12 tentang penggunaan laha utk fasilutas umum, karena ini digunakan dalam pemafaatan lahan pt. infeks hanya sebagai operator pengelolaa adalah skk migas pt inpeks juga mengajukan tambahan produksi sehingga kebutuhan lahan akan besar utk menampung gas bila itu di daat.
    2. Blok masela bukan blok abadi abadi itu nama sumur yg dibor abadi 1 – abadi 8
    3. Pengolaan migas berlaku sistem bagi produksi( PSC ) sehingga pemerintah daerah sendiri yg mengelolaa hasil dari PI 10 % bukan bagi duit sehingga harus membuat study kelayakan proyek
    Demikian beberapa saran masukan

    Balas
  • September 8, 2017 pada 4:40 am
    Permalink

    Mengenai blok masela ini saya sebagai anak negri MBD mau pembangunan itu harus ada di MBD

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *