Tingkatkan Ekonomi di MBD, Masyarakat Harus Bisa Baca Peluang

Ambon, Wartamaluku.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Djecky Laipiopa mengatakan, potensi ikan yang banyak ada di laut MBD, masyarakat harus bisa baca peluang dari sisi peningkatan ekonomi. Ungkapnya, disela-sela pendampingan Ibu- Ibu Tim Penggerak PKK Kabupaten MBD, pada Lomba Masak Serba Ikan, Selasa (03/12/2019) di Islamic Center, Kota Ambon.

“Masyarakat MBD harus bisa melihat peluang. Karena peluang ekonomi ini bukan karena saya orang perikanan ataupun kerja di Dinas Perikanan. Tetapi Saya melihat pada potensi wilayah, peluang ekonomi ada di Sektor Perikanan. Kalau sektor lainnya memang ada juga, tetapi kalau ekonomi berkelanjutan Saya kira, sektor perikanan jawaban yang lebih tepat”, tuturnya.

Dikatakan Laipiopa, sektor perikanan ini bisa dijadikan sektor andalan, mungkin masyarakat yang sudah jadi nelayan, mengupayakan supaya kapasitasnya lebih ditingkatkan. Lalu yang ingin juga menjadi calon nelayan, bisa saja supaya peluang ekonomi di laut itu benar – benar kita rebut.

Laipiopa menilai, kalau di darat di MBD punya kondisi wilayah bisa di bidang peternakan, pertanian tetapi untuk ekonomi berkelanjutan, apalagi mendukung pariwisata, mestinya ikan menjadi satu-satunya dapat diandalkan. Laut, bisa kita kelola secara baik. Jadi tinggal keinginan masyarakat .

“Dari sisi pemerintah, Saya kira pemerintah dengan kapasitasnya, berperan sudah termasuk mengupayakan sarana-sarana produksi . Olehnya itu, masyarakat harus juga bisa secara sadar , memanfaatkan itu dengan baik. Supaya sesuai peruntukannya , berguna dan bermanfaat untuk kesejahteraan dia sendiri,” ujarnya.

Selain itu, di MBD harga ikan tuna sirip biru di pasaran Internasional itu sangat tinggi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten MBD melalui dinas Perikanan akan mempersiapkan nelayan penangkap tuna khususnya tuna bersirip biru dengan cara membuka pelatihan bagi nelayan dan calon nelayan. Tuturnya.

Lapiopa mengakui, ikan tuna sirip biru cukup sulit diperoleh tapi Pemkab MBD berupaya menggalakan pelatihan penagkapan ikan tuna. “Ada sekitar 25 nelayan yang diberi pelatihan menangkap tuna. Pelatihan ini juga dalam rangka mendukung investasi dari luar khusus untuk nelayan penangkap tuna,” katanya. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *