Trayek Kapal Sanus 71, Ubro Harap bisa Berfungsi dengan Baik

Ambon, Wartamaluku.com – Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya melalui Dinas Perhubungan MBD terus berupaya memberikan pelayanan transportasi yang terbaik kepada masyarakat di wilayah Kabupaten MBD, salah satunya dengan mengusulkan rute kapal perintis yang melayari daerah tersebut. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan MBD Ferdy Eddy Ubro kepada media ini di Ambon, 05/03/2019.

Menurut Ubro, Kapal KM. Sabuk Nusantara (Sanus) 71 akan segera beroperasi melayani masyarakat Maluku termasuk masyarakat MBD dengan rute pelayaran trayek kapal yang telah ditetapkan Kementrian Perhubungan yakni Ambon – Babar, Wulur, Romang, Kisar, Leti, Moa, Lakor, Luang, Lelang, Tepa, Lewa, Dawera/Dawelor, Kroing, Marsela, Saumlaki, Tual, Kroing, Moa, Ambon. Kapal KM. Sanus 71 merupakan kapal pengganti KM. Sabuk Nusantara 48.

Untuk itu, khusus trayek kapal perintis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, maka diharapkan kapal – kapal yang melayari wilayah Maluku Barat Daya kirannya dapat melayani sesuai dengan rute yang ditetapkan.

Pasalnya, pengalaman tahun 2018 lalu terkait dengan jasa transportasi laut di beberapa pulau di MBD seperti pulau Romang tidak dilayani dengan baik.

“Akibat tidak dilayaninya kapal sabuk nusantara 48 membuat warga masyarakat di wilayah tersebut seperti kehilangan segalanya karena saat itu, masyarakat romang tidak menikmati pelayanan dengan baik” ungkap Ubro

Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penetapan trayek oleh Kementrian Perhubungan dengan kapal pengganti sabuk nusantara 71 yang rencananya tiba di ambon tanggal 15 maret itu bisa berfungsi dengan baik.

“Dan kalaupun ada kapal – kapal yang menjadi kewenangan pelni untuk melayari trayek tersebut apabila ada doking kiranya ada kebijakan dari pihak pelni untuk dapat pengganti, sehingga pelayanan terhadap masyarakat yang ada di wilayah perbatasan itu bisa terlayani dengan baik” ucap Kadis.

Dalam kaitan dengan itu kata Ubro, kedepan Pemerintah Daerah MBD berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik dibidang perhubungan laut.

“Terkait dengan itu, di tahun 2019 atas koordinasi pemerintah daerah melalui dinas perhubungan dan Kementrian, dalam hal ini melalui Balai Pengelola Transportasi Darat proses pembangunan dermaga penyebrangan Moa masuk dalam tahap kedua.

“Kita juga terus mendorong pembangunan tahap pertama penyebrangan letti, karena semua yang diminta Pemerintah Pusat melalui BPTD sudah siap.” Tuturnya. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *