Wagub Maluku Harap Tradisi Dansa Ron Pisang Terus dilestarikan

Ambon, Wartamaluku.com – Wakil Gubernur Maluku  Barnabas Orno berharap Tradisi Dansa Ron Pisang di Negeri Ema Kecamatan Leitisel, Kota Ambon Provinsi Maluku terus dilestarikan guna mempererat persaudaraan, yang digelar oleh Panitia Persidangan Klasis ke – 8 Ambon Timur, bertempat di depan Halaman kantor Negeri Ema Kecamatan Leitimur Selatan Jumat 20/9/2019.

Meskipun baru mengetahui tadisi tersebut, mantan Bupati Maluku Barat Daya ini, senang dan bangga dengan kearifan lokal yakni Dansa Ron Pisang. Karena dansa ron pisang ini sudah ada sejak dulu.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan guna  mempererat hubungan gandong antara Ema dan Batu Merah, momen  ini harus dijaga dan terus dilestarikan.

“Ternyata tradisi ini sudah ada sejak dulu. Karena itu saya berharap tradisi ini terus dijaga, karena sudah menjadi sebuah kearifan lokal yang bisa menyatukan Desa antar desa yang memiliki hubungan pela gandong, secara tidak langsung ini sama dengan panas Pela,” ungkap Orno.

Lanjut Orno, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku akan selalu mendukung kearifan lokal yang ada di Maluku salah satunya Dansa Ron Pisang.

Wagub juga menambahkan, bukan soal berapa bantuan yang berikan, tetapi soal makna acara ini dan hari ini baru saya tahu kalau ada dansa rong pisang. Ternyata dansa rong pisang ini orang pikir dansa, padahal itu merupakan sebuah tarian persaudaraan, persahabatan yang saling memegang tangan, kemudian filosofinya saling mengangkat beban yang ditanggung oleh saudaranya sendiri,” tuturnya.

Karena itu, kata Wagub kearifan lokal seperti ini terus dilestarikan apalagi dengan kekayaan Maluku yang kaya akan kearifan lokal yang bisa mempersatukan orang lain.

Karena itu, saya mengajak seluruh Basudara gandong Ema dan Batu Merah agar hubungan Pela gandong ini tetap terjaga dan terpelihara dengan baik, sebagai simbol orang Basudara. Kita harus mendorong nilai – nilai budaya yang masih berkembang yang bersifat positif seperti tarian dansa ron pisang ini. Tradisi ini memiliki makna berat sama dipikul ringan sama dijinjing.” ungkap Mantan Bupati MBD ini. (WM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *