Wagub Rayakan Natal Bersama Kerukunan Keluarga Toraja Maluku

Ambon, Wartamaluku.com – Kerukunan Keluarga Toraja Maluku merayakan Natal bersama Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, yang bertempat di gedung Baileo Siwalima, Karang Panjang, Ambon, Selasa (18/12/2018) malam.

Dalam sambutannya, Sahuburua mengatakan, Natal adalah peristiwa kasih yang paling agung. Sebagaimana, Nabi Yohanes berkata, ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya semua orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal’ (Yohanes 3:16). “Bukanlah ini peristiwa yang luar biasa?” tandas Sahuburua.

Dia katakan, Allah yang mulia dan agung di surga sana, begitu mengasihi kita semua. Padahal kita seringkali membuat salah dan dosa-dosa. Kita seringkali hidup tidak sesuai dengan kehendak dan petunjuk-petunjuk dari Allah.

Walaupun begitu, lanjut Sahuburua, Allah tetap mengasihi kita. Allah tetap sayang kita. Dan semua itu nyata, dan peristiwa Kristus yang diawali dengan Natal atau Kelahiran Yesus Kristus.

“Pertanyaannya adalah, apakah kita telah menerima Yesus dalam hidup kita? Apakah Yesus benar-benar telah lahir dalam hidup kita selaku pribadi, keluarga bahkan persekutuan orang percaya?” tanya Sahuburua mengingatkan.

Ini, sebut Sahuburua, menjadi pertanyaan penting yang harus direnungkan bersama, saat merayakan Natal, sehingga tema Natal dicanangkan oleh GPM perlu kita renungkan bersama yakni, “Berilah Tempat Bagi Yesus di Dalam RumahMu” (Lukas2:1-7).

“Tema ini merupakan sebuah ajakan, agar kita membuka pintu rumah kita untuk Yesus lahir dan hadir. Kita membuka pintu hati kita untuk Yesus diam di hati kita. Kita tidak boleh menutup pintu hati kepada Yesus Kristus, yang kita yakini sebagai Tuhan dan Juru Selamat dunia ini,” ingatnya lagi.

Menurutnya, mengapa ajakan ini penting? Sebab orang Kristen saat ini sadar atau tidak sadar sering menutup pintu rumahnya dari Yesus.

“Orang Kristen saat ini, lebih suka membuka pintu rumahnya bagi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang tidak dikehendaki oleh Yesus. Bahkan orang Kristen saat ini, telah menutup pintu rumahnya dari sesamanya. Menutup pintu hatinya dari tetangga, bahkan keluarga, saudara dan sahabat,” paparnya.

Masih kata Sahuburua, kedatangan Yesus saat ini bukan lagi dalam wujud bayi mungil. Kelahiran dan kedatangan Yesus saat ini adalah pada diri orang-orang miskin dan lemah. Pada orang-orang yang diperlakukan tidak adil, mereka yang sakit dan dipenjara, mereka yang terbuang dan terkucilkan.

Sahuburua kembali mengingatkan, Yesus pernah berkata, “Segala sesuatu yang kami lakukan kepada saudaraku yang paling hina ini, maka kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40).

Sahuburua menyebutkan, kita merayakan Natal tahun ini dengan berbagai latar belakang pergumulan. Ada berbagai bencana dimana-mana, ada kebencian yang disebarkan melalui media sosial, seperti hoaks, dan lain-lain. Belum lagi berhadapan dengan tantangan-tantangan hidup rumah tangga dan keluarga yang tidak ringan.

“Semua masalah itu membutuhkan cara pandang dan sikap kita yang bijaksana. Kita tidak perlu putus asa dan menyerah. Kita harus optimis dan berpengharapan, sebab Natal adalah peristiwa pengharapan,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, baik pula jika memperhatikan tema Natal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Yesus Kristus Hikmat Bagi Dunia” (1 Korintus 1:30a). Dunia ini, lanjutnya, membutuhkan hikmat. Dunia ini membutuhkan kebijaksanaan.

“Kekayaan dan kekuasaan bukan solusi bagi dunia ini. sebab orang untuk kaya seringkali mengorbankan orang lain. Demikian pula orang untuk berkuasa bisa menghalalkan segala macam cara. Tetapi dengan hikmat dari Yesus, kita bisa membedakan semua itu,” tandas Sahuburua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *