Wiranto Tegaskan Warga Negara Berbuat Yang Terbaik

Ambon, Wartamaluku.com – Peringati Hari Bela Negara ke-70, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto menegaskan agar semua warga negara dapat berbuat yang terbaik bagi negara sesuai tugas dan profesi.

Penyampaian Wiranto tersebut tertuang dalam amanat Menko Polhukam yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua saat memimpin Upacara Hari Bela Negara di lingkup Pemprov Maluku yang berlangsung di Lapangan Parkir Belakang Kantor Gubernur Maluku, (19/12).

“Jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa, pertebal rasa cinta tanah air dan berbuat yang terbaik bagi bangsa daan negara sesuai tugas dan profesi masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, segenap aparatur negara baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air, sesungguhnya sedang melakukan bela negara.

Lanjutnya, penetapan Hari Bela Negara merupakan penegasan bahwa bela negara sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas.
“Hal ini sekali lagi juga menegaskan bahwa bela negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara. Bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur program instansi.

Bela negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat, dunia usaha, dunia pendidikan, media hingga tokoh pemuda dan tokoh agama,” jelasnya.

Mantan Panglima TNI melanjutkan, untuk mewadahi hal tersebut, September lalu telah diterbitkan Inpres nomor 7/ 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara tahun 2018 – 2019.

Inpres ini menggenapi perwujudan amanat Bela Negara dalam UUD Negara RI tahun 1945. Inpres ini mewujudkan Bela Negara sebagai Hak Azasi Manusia.
“Sebagai contoh, di tengah banyaknya tantangan yang melintas batas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan nasional, bangsa lain telah semakin jauh memasuki era robotik,” katanya.

Wiranto menambahkan, tahun ini Indonesia sudah memulai langkah dengn merampungkan Roadmap Industri 4.0, yang mengakselerasi kesiapan rakyat menghadapi era robotik.

“Era dimana ratusan ribu jenis pekerjaan manual akan digantikan oleh teknologi disruptif.Saya tegaskan bahwa roadmap ini bukan untuk gagah-gagahan , roadmap ini pun dapat dianggap sebagai manifestasi bela negara,”tukasnya.

Masih menurut Wiranto, kesadaran bela negara, nilai-nilai luhur bangsa, kearifan lokal dan keasilian lingkungan hidup jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan dan listrik. Semunya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonsia sejak dini, antara lain melalui kewajiban mengikutii pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraaan serta Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang.

“Diperlukan cara-cara yang inovatif dan adaptif dengan perkembangan zaman agar anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air,” terangnya.

Untuk itu, Wiranto mengajak agar di momentum Hari Bela Negara ini, dapat menginsafi kembali kemerdekaan bangsa dan negara yang telah dianugerahkan oleh Tuhan sebagai modal dasar kerja bangsa di segala bidang.

“Tidak ada negara yang seperti negara kesatuan republik kita ini. Untuk itu saya mengajak semua elemen bangsa untuk mewujudkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan persatuan kesatuan kita dengan Aksi Nasioal Bela Negara di berbagai bidang,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *