Putih Abu-Abu Belajar Cerdas Finansial Bersama OJK Maluku

Ambon, Wartamaluku.com –Menjelang peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM), ada semangat datang dari kalangan pelajar putih abu – abu di Kota Ambon, tepat pada hari senin, 11 Agustus 2025 di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku tampak berbeda dari biasanya. Ada terdengar canda tawa riah dan semangat belajar memenuhi salah satu ruangan di kantor yang bertempat di karang panjang Ambon ini.

Pada hari itu, ada ratusan pelajar berseragam putih abu-abu dari SMA Pertiwi dan SMA Kartika Ambon duduk rapi, manis yang siap menyerap ilmu yang mungkin saja jarang mereka temukan saat proses belajar mengajar di sekolah yakni cerdas mengelola keuangan sejak dini.

Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025 ini mengusung tema “Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang (CEMERLANG)”. Dari tema inilah para pelajar putih abu – abu ini memilih untuk menyerap ilmu di kantor OJK Provinsi Maluku.

– Para siswa diberikan Pemahaman dan Perilaku Positif Terhadap Uang Sejak Usia Muda

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, dalam sambutannya mengatakan pemahaman dan perilaku positif terhadap uang sejak usia muda itu penting, dengan menanamkan kebiasaan finansial sehat kepada generasi muda.

Oleh karena itu, menurut Yusuf, literasi dan inklusi keuangan bukan sekedar pengetahuan belaka tetapi merupakan bekal hidup yang akan menentukan masa depan anak-anak bangsa termasuk para siswa putih abu – abu ini.

“Kami ingin mendorong siswa di Maluku memahami cara mengelola keuangan secara bijak. Kesadaran finansial yang kuat akan membantu generasi muda menghindari risiko seperti pinjaman online ilegal, utang konsumtif, hingga judi online,” kata Yusuf.

Dikatakan, melalui kegiatan ini, para pelajar putih abu – abu diajak untuk mengenal konsep sederhana yakni menabung, membuat rencana keuangan, hingga mengenali adanya bahaya pada gaya hidup konsumtif.

Banyak Hadapi Tantangan, namun Temukan solusi Era Digital

Materi edukasi juga menyinggung tantangan finansial yang kerap dialami generasi muda di era digital. Istilah seperti FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinion) dikupas tuntas oleh para narasumber.

Pengawas Sektor Jasa Keuangan, Rovel Ayal, yang menjadi salah satu nara sumber menyampaikan bahwa literasi keuangan sejatinya bukan hanya keterampilan, melainkan kebiasaan.
“Ketika para siswa terbiasa mengelola uang dengan bijak, maka mereka sedang membangun pondasi untuk masa depan yang lebih mapan,” ujarnya.

Bukan hanya Belajar Materi Tetapi Belajar Sambil Berkeliling OJK Maluku
Tak hanya mendengarkan materi, para pelajar ini juga berkesempatan mengikuti office tour. Mereka diajak berkeliling kantor OJK, tak lain adalah agar para pelajar ini tidak bosan mendengar materi tetapi tetap senang bahkan semangat dalam belajar dan yang terpenting adalah untuk mengenal lebih dekat peran OJK dalam mengawasi industri jasa keuangan.

Selain dukungan dari pihak OJK, ternyata para pelajar putih abu – abu ini mendapat dukungan dari Bank Maluku dan Maluku Utara yang memberikan materi tambahan seputar dunia perbankan serta motivasi menabung sejak dini. Hadirnya Bank Maluku dan Maluku Utara, kegiatan ini pun terasa lengkap karena para siswa bisa belajar langsung dari pihak bank.

Kegiatan proses belajar ini mendapat sambutan hangat dari para siswa dan guru pendamping. Sebagian besar di antara mereka yang mengaku baru pertama kali mendapatkan materi seputar keuangan secara langsung dari regulator. Dan membuat mereka senang sumringah.

Seorang guru SMA Pertiwi dengan penuh semangat menyampaikan kesannya,
“OJK Maluku Is The Best. Kami berterima kasih karena anak-anak bisa mendapat pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk masa depan mereka. Sebagai guru kadang kala kami merasa khawatir dengan anak – anak tetapi saat mendengar materi, kami merasa lega karena pengetahuan yang diberikan sangat bermanfaat. Ada sebagian siswa dengan sakin senangnya langsung menabung”. Tuturnya.

Bentuk pola pikir dan kebiasaan yang baik kelola keuangan hingga beberapa jam berlalu, Kepala OJK Maluku menutup kegiatan dengan mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam membangun dan membentuk pola pikir dan kebiasaan yang baik terkait keuangan di bumi raja – raja.

“Pengelolaan keuangan yang baik bermanfaat bukan hanya untuk individu, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi bangsa, termasuk anak – anak bangsa di Maluku” pungkasnya.

Dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan para siswa, kegiatan ini bukan sekedar edukasi sesaat, melainkan awal dari upaya panjang mewujudkan generasi cerdas finansial yang siap membawa Maluku dan Indonesia menuju masa depan yang gilang gemilang. (WM/yani).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *