Ambon,Wartamaluku.com – Seorang nelayan asal Kabupaten Maluku Tengah dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan laut dari Pulau Misol, Papua Barat, menuju Seram Bagian Timur (SBT). Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Informasi kejadian yang mengancam keselamatan jiwa manusia tersebut diterima Unit Siaga SAR (USS) Bula pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 13.20 WIT dari Kapolsek Wahai. Dalam laporan disebutkan, korban berangkat dari Pulau Misol pada 9 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIT dan diperkirakan tiba di wilayah SBT pada 10 April 2026. Namun, hingga waktu yang ditentukan, korban belum juga tiba di tujuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Ambon menyampaikan bahwa pada pukul 13.40 WIT, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi dugaan kejadian pada koordinat 2°24’6.55″S – 129°53’4.10″E. Lokasi tersebut berada sekitar ±56 nautical mile dengan arah 318 derajat (barat laut) dari USS Bula.
Setibanya di area pencarian, tepatnya di antara Perairan Pulau Misol dan Perairan Seram Bagian Timur, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran hingga sore hari. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, dan korban belum ditemukan.
Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan direncanakan akan dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (12/4/2026).
Adapun identitas korban diketahui bernama Roni Fatubun (40), seorang nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat setempat. Sementara itu, alat utama dan peralatan SAR (alut dan palsar) yang digunakan meliputi RIB USS Bula dan longboat milik masyarakat.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan, dengan angin bertiup dari arah timur ke timur laut berkecepatan 19 knot, serta tinggi gelombang sekitar 0,5 meter. (**)





