Ambon,Wartamaluku.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Maluku menggelar penataran dan pelatihan bagi wasit serta pelatih bola voli se-Maluku sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga voli di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Wisma Gonzalo Viloso Kopertis, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (26/6/2026), diikuti peserta dari DPD PBVSI Maluku dan DPC PBVSI dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Ketua Umum PBVSI Maluku, Alimuddin Kolatlena, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi organisasi untuk meningkatkan prestasi bola voli Maluku melalui penguatan kapasitas pelatih dan wasit.
“Peningkatan prestasi olahraga tidak akan tercapai tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, PBVSI Maluku menggelar kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan kemampuan para pelatih dan wasit,” ujar Kolatlena di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, setelah kualitas SDM ditingkatkan, para pelatih dan wasit memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi atlet di masing-masing daerah. Ia mengungkapkan, PBVSI Maluku juga berencana melanjutkan program tersebut dengan penyelenggaraan kursus pelatih tingkat nasional di Kota Ambon.
Selain itu, PBVSI Maluku akan memfokuskan perhatian pada penyelenggaraan turnamen di berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini hingga usia 22 tahun, yang disertai pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Untuk mengembangkan bola voli di Maluku ada dua hal utama yang harus dilakukan, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperbanyak turnamen. Dari pertandingan itulah kita bisa menemukan bibit-bibit atlet unggulan untuk kemudian dibina secara berkesinambungan,” katanya.
Kolatlena menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan dunia bola voli di Maluku. Ia mengingatkan bahwa Maluku pernah memiliki sejarah panjang dalam olahraga voli, termasuk tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk mengembalikan kejayaan tersebut, kata dia, proses pembinaan harus dilakukan secara profesional dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Seleksi atlet harus mengedepankan bakat, kecintaan terhadap olahraga voli, serta kemampuan fisik yang memenuhi standar.
“Bola voli merupakan olahraga rakyat yang murah dan mudah diakses semua kalangan. Karena itu, menjadi tanggung jawab kami untuk mewadahi minat masyarakat melalui program pembinaan yang tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, target besar
kepengurusan PBVSI Maluku saat ini adalah mengantarkan tim bola voli Maluku lolos kualifikasi dan kembali tampil pada ajang PON di masa mendatang.
Kolatlena juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat PBVSI, Pemerintah Provinsi Maluku, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pengurus PBVSI Maluku yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kemajuan olahraga tidak bisa diraih sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak agar target yang kita cita-citakan dapat tercapai,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PBVSI Maluku, Elvis Pattiselano, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan awal dari rangkaian program pembinaan yang telah disusun pengurus untuk masa bakti empat tahun ke depan.
“Masa kepengurusan kami baru memasuki tahun pertama. Kami akan terus menjalankan berbagai program pembinaan sesuai arahan Ketua Umum, dengan target utama meloloskan perwakilan Maluku hingga ke ajang PON,” ujar Elvis. (WM/yk)






