Ambon, Wartamaluku.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang remaja yang dilaporkan tenggelam saat menyelam mencari ikan di perairan Desa Kabiarat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada hari ketiga operasi pencarian. Korban bernama Yoseph Atajalim (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar pesisir Pantai Desa Kabiarat, Kamis (30/7), sekitar pukul 10.00 WIT.
Korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju kediamannya untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, mengatakan operasi tersebut merupakan kasus kedua dengan kejadian serupa yang berhasil ditangani dalam waktu kurang dari sepekan di wilayah Kepulauan Tanimbar.
“Pos SAR Saumlaki bersama unsur gabungan kembali berhasil menyelesaikan operasi pencarian terhadap salah seorang warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang mengalami tenggelam beberapa hari lalu. Dua kasus serupa dalam waktu kurang dari seminggu berhasil kami tangani bersama seluruh unsur gabungan hingga seluruh korban ditemukan,” ujarnya.
Dijelaskan, laporan mengenai kejadian tersebut diterima Pos SAR Saumlaki dari Bhabinkamtibmas Desa Kabiarat pada 28 Juli sekitar pukul 10.55 WIT.
Berdasarkan laporan, Yoseph Atajalim bersama rekannya, Luis Batseran, pada 27 Juli sekitar pukul 16.00 WIT pergi mencari kerang laut sekaligus menyelam mencari ikan di perairan Desa Kabiarat dengan arah yang berbeda.
Sekitar pukul 17.00 WIT, Luis berhasil kembali ke rumah, sedangkan Yoseph tidak kunjung pulang. Korban diduga tenggelam saat menyelam mencari ikan sehingga warga setempat segera melakukan pencarian awal sebelum peristiwa tersebut dilaporkan kepada Pos SAR Saumlaki.
Pencarian kemudian dilakukan selama tiga hari oleh Tim SAR Gabungan. Setelah upaya pada hari pertama dan kedua belum membuahkan hasil, korban akhirnya ditemukan pada hari ketiga dalam kondisi meninggal dunia.
Operasi SAR melibatkan Pos SAR Saumlaki, Polairud Polda Maluku, Polres Saumlaki, Bhabinkamtibmas Desa Kabiarat, BPBD Saumlaki, serta masyarakat Desa Kabiarat. Dalam operasi tersebut tim menggunakan Rescue Car, Rubber Boat, dan peralatan pendeteksi bawah air AquaEye.
Selama proses pencarian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan angin bertiup dari arah tenggara berkecepatan 25 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Dengan berakhirnya operasi, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. (**)






