BI Maluku Perkuat Edukasi CBP Lewat Gereja, Sinode GPM Teken Joint Statement

Ambon, Wartamaluku.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku bersama Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) resmi menandatangani Joint Statement sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah melalui komunitas gereja. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Sinode GPM, Ambon, Selasa (4/8/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, mengatakan kolaborasi ini bertujuan menjadikan gereja sebagai mitra strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memperlakukan Rupiah secara layak sebagai simbol kedaulatan negara.

Menurutnya, melalui Program Marinyo CBP Rupiah, gereja diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi jemaat agar semakin mencintai, bangga menggunakan, serta memahami fungsi dan pentingnya menjaga kualitas Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Program Marinyo CBP Rupiah, gereja diharapkan menjadi agen perubahan yang menanamkan kebiasaan memperlakukan Rupiah secara layak sebagai simbol kedaulatan negara,” ujarnya.

Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program, di antaranya sosialisasi CBP Rupiah kepada jemaat di lingkungan Gereja Protestan Maluku, pelaksanaan Training of Trainers (ToT) bagi pengurus dan pelayan gereja, serta penyediaan contoh amplop dan kantong atau kotak persembahan yang mendukung kebiasaan memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

Bank Indonesia berharap sinergi dengan Sinode GPM dapat memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah hingga ke berbagai wilayah pelayanan gereja di Maluku, sehingga kesadaran masyarakat dalam menjaga Rupiah terus meningkat.

Melalui kolaborasi ini, BI Maluku juga mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai upaya bersama mendukung Indonesia yang semakin maju. (WM/yk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *