PKB Maluku memberikan Warning kepada Pemda yang tidak bisa mengatasi Karhutla dan Perlindungan kepada masyarakat Adat

Oplus_131072

Ambon, Wartamaluku.com – Peringatan keras (warning) terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) di Maluku semakin intensif akibat dinilai lamban dan tidak mampu mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang kini berdampak langsung pada kelangsungan hidup serta ruang kelola masyarakat adat.

Menyikapi hal tersebut PKB Maluku memberikan Warning kepada Pemda di Maluku ,dalam keterangan pers nya di kantor PKB Maluku Jl Sultan Hasanudin Batu Merah , Tantui atas , Sirimau Ambon (Jumat 16 /10/2026)

Sekretaris DPW PKB Maluku Lukas Batmomolin menyampaikan kepada wartawan yaitu
PKB meminta Evaluasi Total kinerja Pemda di Maluku. Menurut Batmomolin ,Pemda dinilai belum serius dan tidak memiliki mitigasi taktis yang kuat. Contoh konkret terjadi di Kabupaten Maluku Tengah (seperti di Seram Utara Barat dan Negeri Wailulu), di mana karhutla hebat menghanguskan kebun-kebun produktif milik warga adat selama berminggu-minggu karena fasilitas armada pemadam kebakaran Pemda dalam kondisi rusak dan tidak memadai.

Lukas Batmomolin , mengingatkan Pemda bahwa kebakaran kebun komoditas adat (seperti pala, cengkih, dan kelapa) bukan lagi sekadar masalah lingkungan biasa. Pemda diperingatkan agar tidak membiarkan karhutla menghancurkan rantai pasok ekonomi warga asli. Kelalaian Pemda dalam melindungi wilayah ulayat dari api berisiko menciptakan pemiskinan struktural bagi masyarakat adat yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada hasil hutan,’ ujar Batnonolin .

Menurutnya dengan Karhutla yang ada PKB mendesak Penguatan Anggaran Mitigasi Berbasis Adat
Pemda diperingatkan untuk mengubah skema anggaran APBD agar lebih proporsional dalam penanggulangan bencana. Alih-alih hanya berfokus pada respons pemadaman setelah api membesar, Pemda dituntut untuk memfasilitasi dan mendanai Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat negeri/desa adat. Pemberdayaan kelembagaan adat dinilai sebagai satu-satunya cara deteksi dini yang efektif mengingat lanskap geografis Maluku yang berpulau-pulau dan sulit dijangkau mobil pemadam,’’ ujar Batmomolin

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah (Pemda) terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menyoroti pentingnya jaminan perlindungan bagi masyarakat adat yang lahan, kebun, serta mata pencahariannya ikut hangus terbakar.
PKB mendesak agar Pemda tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga bertanggung jawab atas dampak sosial-ekonomi yang menimpa masyarakat di tingkat bawah .

Menurutnya, PKB juga meminta Perlindungan Ekonomi: Kompensasi dan Pemulihan Lahan yang Terbakar
Mata Pencaharian yang Hilang: Ketika hutan dan lahan adat terbakar, komoditas utama (seperti cengkih, atau pala) yang menjadi tumpuan ekonomi warga ikut musnah. PKB meminta Pemda melakukan pendataan cepat guna memberikan kompensasi atau bantuan pemulihan ekonomi.
Batmomolin yang juga Ketua Pemuda Katolik Kota Ambon menyatakan PKB Maluku akan melakukan Advokasi Terkait dengan Karhutla dan Perlindungan masyarakat adat yang terkena dampak karhutla tersebut , ‘’ ujarnya (WM/yk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *