Ambon, Wartamaluku.com – Persoalan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon kembali menjadi perhatian. Salah satu titik yang disorot adalah kawasan Kebun Cengkeh, yang dinilai kerap mengalami kepadatan lalu lintas akibat antrean kendaraan di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Hal tersebut disampaikan Nita Bin Umar, kepada wartawan Rabu (16/9/2026).
Dikatakan, kemacetan di kawasan Kebun Cengkeh dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk aktivitas kendaraan yang mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU.
Menurut Nita, persoalan tersebut telah beberapa kali disampaikan dalam rapat bersama pihak Pertamina. Ia meminta agar pengelolaan jalur kendaraan di sekitar SPBU dapat diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas pada dua arah jalan tersebut.
“Setiap kali rapat dengan Pertamina kami sering memberikan masukan, karena kemacetan di SPBU itu sangat mengganggu. Di situ ada dua arah, dan kalau tidak dibatasi maka pasti terus-menerus,” ujarnya.
Menurutnya, pembatasan antrean kendaraan sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun, penerapan pembatasan tersebut tidak berlangsung konsisten karena setelah beberapa hari kondisi kembali seperti semula.
“Kadang-kadang masyarakat yang mengisi bahan bakar minyak ini tidak mau tahu. Tapi bagaimana dari pihak SPBU membuat jalur yang mungkin tidak mengganggu kemacetan,” katanya.
Nita juga menyoroti persoalan kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Ambon. Menurutnya, kemacetan sudah menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele karena terjadi secara berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Politisi partai PAN mencontohkan di Jalan Tulukabessy yang menurutnya hampir setiap hari mengalami kemacetan. Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu pengguna jalan, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Selanjutnya Nita menyebut terkait kemacetan di Kota Ambon ini dari dinas perhubungan menggelar diskusi publik dalam mencari solusi namun dirinya sebenarnya ingin mengikuti diskusi tersebut tetapi ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan. Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Hari Perhubungan.
“Saya berharap dalam diskusi tersebut bisa mendapat solusi dalam mengatasi kemacetan di Kota Ambon. Bukan hanya di kota-kota besar, tetapi di Kota Ambon ini juga masalah kemacetan menjadi problem yang tidak bisa kita sepelekan,” tuturnya.
Karena itu, Ia berharap pembahasan mengenai kemacetan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan langkah konkret, termasuk melalui penataan lalu lintas dan pengaturan aktivitas di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.
Menurutnya, persoalan analisis dampak lalu lintas juga perlu menjadi perhatian dalam penataan berbagai aktivitas yang berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan.
Nita mengaku kondisi kemacetan, khususnya di kawasan Kebun Cengkeh, terkadang membuat dirinya merasa kesal ketika terjebak di dalam kendaraan.
“Contoh di Kebun Cengkeh itu saya sangat kesal, rasa-rasa mau turun dari mobil lalu tegur, tapi begitulah.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kota Ambon saya berharap kemacetan ini bisa ada solusi”, ujarnya. (WM/yk)
