Ambon, Wartamaluku.com – Warga Kota Ambon dan sekitarnya terlihat ramai mengantre pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU pada Senin (30/3/2026). Antrean panjang ini dipicu oleh informasi yang beredar di masyarakat terkait rencana kenaikan harga BBM pada 1 April 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean tidak hanya terjadi pada BBM jenis Pertalite, tetapi juga Pertamax. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga ke badan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa titik.
Menanggapi kondisi tersebut, Tenaga Ahli Menteri ESDM RI sekaligus Komisaris PT Pertamina International Shipping, Michael Wattimena, yang saat ini berada di Ambon, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar.
Dijelaskan bahwa kabar mengenai kenaikan BBM pada 1 April 2026 adalah tidak benar.
“Tidak benar BBM naik pada 1 April 2026. Informasi itu hoaks,” tegas Wattimena saat dikonfirmasi media.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat, termasuk dari Kementerian ESDM, terkait kenaikan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi seperti Pertamax.
Wattimena menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas), termasuk dengan La Ode, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, dipastikan bahwa kabar tersebut tidak berdasar.
Karena itu Wattimena mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Dirjen Migas, dan dipastikan itu hoaks. Tidak ada informasi resmi terkait kenaikan BBM. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.
Dengan klarifikasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima informasi serta tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. (WM/yk)
