ARSABAPI Bentuk Program Desa Peduli TBC Mandiri Di Ambon

Ambon, Wartamaluku.com – Asosiasi Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI) akan menggerakan masyarakat dalam pemberantasan TBC dengan membuat program dalam bentuk “DESA PEDULI TBC MANDIRI”.

Program Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) dan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) akan terus ditingkatkan di seluruh Indonesia termasuk Provinsi Maluku.

Untuk meningkatkan UKP dan UKM dalam membantu Pemerintah dan masyarakat dalam memelihara kesehatan dan mengatasi masalah kesehatan ARSABAPI telah memilih mengawali program Desa peduli mandiri di Provinsi Maluku ini mulai dari kota Ambon Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau.

Alasan penunjukan Negeri Batu Merah sebagai Desa Peduli TBC Mandiri selain berpenduduk padat juga mudah dijangkau. Demikian dikemukakan Plt. Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Maluku, dr. Samsila Mona Rumata kepada wartawan saat konfrensi pers usai Rapat Kerja Nasional Asosiasi Rumah Sakit dan Kesehatan Paru di Santika Hotel Ambon, Jumat, (13/7/2018).

Menurut dr. Mona, Maluku memiliki peringkat empat penderita TBC terbanyak di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Papua.

Program Desa Peduli TBC Mandiri merupakan ide dr. Mona yang baru digagas tahun 2018.

“Gagasan ini perlu diwujudkan, namun membutuhkan peran serta seluruh masyarakat di Maluku, termasuk pemerintah daerah guna membatu tercapainya program eliminasi TBC di tahun 2030 mendatang,” ungkap dr. Mona.
Kedepan selain Negeri Batu Merah akan disusul lagi dengan desa atau negeri lainnya di Maluku.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Rumah sakit dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI) dr. Mohammad Ali Toha, menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan guna mendukung program desa peduli TBC tahun 2030 adalah dengan mengarahkan seluruh kader BKPM pada seluruh desa di Maluku.

Menurutnya, program Desa Peduli TBC Mandiri yang digagas merupakan salah satu upaya menyatukan sikap dan langkah fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Paru seluruh Indonesia dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan produktif.

“Setiap tahun kami rutin melakukan evaluasi pelaksanaan program pembinaan Fasyankes Paru, melalui Rakernas yang berorientasi pada pemberdayaan program penguatan organisasi dan peningkatan peran dalam bidang pelayanan kesehatan paru seperti, Seminar, Simposium, Workshop dan lainnya,” jelas Toha.

Diharapkan, Program Desa Peduli TBC Mandiri, dapat menjadi gerakan pemberantasan TBC, sehingga eliminasi TBC pada 2030 dapat dicapai.

Related posts