Ambon,Wartamaluku.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) Maluku terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di daerah dengan menggandeng pemerintah serta berbagai pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya tertarik menjadi investor, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik sebelum menentukan pilihan investasi.
Hal tersebut disampaikan Rahma yang menegaskan pentingnya sinergi antara BEI, pemerintah dan berbagai pihak lainnya dalam meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal di Maluku.
“Bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal,” kata Rahma.
Menurutnya, peningkatan jumlah investor tidak boleh hanya dilihat dari sisi kuantitas. Pertumbuhan investor harus diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap berbagai produk investasi yang tersedia di pasar modal.
Masyarakat, kata dia, perlu dibekali pengetahuan mengenai karakteristik produk, potensi keuntungan, serta risiko dari setiap instrumen investasi. Dengan demikian, keputusan investasi yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
“Dengan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan investasi secara lebih rasional dan sesuai dengan kemampuan serta profil risikonya,” ujarnya.
BEI Maluku juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengejar keuntungan dalam berinvestasi. Calon investor diharapkan terlebih dahulu mempelajari produk yang akan dipilih, termasuk memahami potensi keuntungan dan risiko yang menyertainya.
“Pelajari produknya terlebih dahulu. Jangan hanya melihat keuntungan, tetapi juga pahami risikonya,” tegas Rahma.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BEI Maluku berharap masyarakat semakin cerdas dalam berinvestasi. Peningkatan literasi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investor yang sehat sekaligus memperluas inklusi pasar modal di Maluku. (WM/yk)
