Buka Festival Jukulele, Pj Walikota Ambon Akui Ambon Adalah Kota Musik

Ambon, Wartamaluku.com – Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, beberapa hari belakangan ini secara marathon membuka Festival Jukulele di sejumlah kecamatan di Kota Ambon.

Buktinya, usai membuka Festival Jukulele di Kecamatan Baguala, Nusaniwe, orang pertama didaerah ini menghadiri sekaligus membuka Festivasl Jukulele di Kecamatan Leitimur Selatan. Festival dipusatkan di SMP 8 Leitimur Selatan, tepatnya di Negeri Hutumuri.

Festival Jukulele yang digelar memperingati HUT Kota Ambon ke 448, 7 September 2023 mendatang, diikuti kelompok umur 7 tahun sampai 15 tahun.

Pj Walikota Ambon ketika memberikan sambutan mengatakan, sesuai setelah Kota Ambon ditetapkan sebagai kota musik dunia, 31 Oktober tahun 2019 oleh UNESCO, maka Kota Ambon secara resmi masuk dalam skema UNESCO creative Network.

Hal itu, kata dia, maka perencanaan dan pembangunan kota Ambon menjadi kota yang kreatif menempatkan budaya musik sebagai pilar utama pembangunan kota agar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kota Ambon.

“Musik diakui sebagai DNA orang Kota Ambon dan ini telah membuktikan bahwa Kota Ambon kemudian akan menjadi menjadi kota kreatif dan diupayakan untuk terus dibangun secara berkelanjutan, Supaya kita bisa mempertahankan ekosistem musik di kota ini karena musik sangat dekat dengan keseharian masyarakat warga Kota Ambon,”jelas Pj Walikota.

Ia mengaku, program ini telah dijalankan Pemerintah Kota Ambon bersama-sama dengan Ambon Music Office (AMO) lewat kerjasama dengan seluruh stakeholder di kota ini bahkan dengan DPRD kota Ambon.

“Kita telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2019 tentang Ambon sebagai Kota kreatif berbasis musik di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan Kota Ambon beserta AMO telah bekerja sama dengan Universitas Pattimura untuk menyusun kurikulum lokal yang telah ditetapkan lewat Peraturan Walikota tentang penetapan kurikulum pendidikan musik sebagai muatan lokal wajib pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Pj Walikota menambahkan, 31 Oktober 2020 lahirlah 10 sekolah terbaik yang menerapkan kurikulum musik dari penerapan kurikulum, hal itu terjadi karena peningkatan pemahaman kemampuan bermusik oleh anak-anak.

“Ini yang menjadi modal kita bersama, terobosan baru juga dilakukan melalui pembangunan pariwisata dalam perbaikan objek ataupun destinasi wisata yang selama ini ada di Kota Ambon,”terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Leitimur Selatan, Ipda Rommy Pradipta mengatakan, kegiatan basudara manise dilaksanakan dalam rangka memberikan informasi terkait Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Leitimur Selatan khususnya di Negeri Hutumuri serta memberikan himbauan Kamtibmas kepada para peserta perlombaan Jukulele.

“Dalam kegiatan tersebut saya mengajak napak Ibu tamu undangan dan para peserta lomba Jukulele untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar selalu aman dan kondusif,”pungkasnya.(***)

Related posts