Dinas Perpustakaan Maluku Gelar Lomba Bercerita dan Pustakawan Berprestasi

Ambon, Wartamaluku.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku menggelar Lomba Bercerita Anak Bagi Siswa Tingkat SD/MI dan lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik se – Provinsi Maluku Tahun 2019 yang dibuka secara resmi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku di Ambon, Selasa (18/6/2019).

Lomba Bercerita ini terdiri dari 39 peserta, sementara untuk lomba pustakawan berprestasi terbaik terdiri dari 25 peserta.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Drs. Mustafa Sangadji, MM menyampaikan Lomba bercerita bagi anak merupakan salah satu media yang strategis dalam mengembangkan pola pikir anak untuk membangkitkan kemampuan dan kesenangan membaca.

Sebab, kemampuan dan kesenangan membaca merupakan modal dan faktor penting dalam penyelenggaraan pendidikan (formal, informal dan non formal) yang harus tetap dijaga ditingkatkan eksistensinya melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, membangun pendidikan karakter, kecerdasan, kreatifitas dan peningkatan rasa persatuan dan kesatuan.

Karena, Berdasarkan UU Nomor : 43 tahun 2017 tentang perpustakaan Bab XIII pasal 48 (1) mengisyaratkan pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui tiga jalur yakni : keluarga, satuan pendidikan, masyarakat.

Menurutnya, Pembudayaan kegemaran membaca pada satuan pendidikan ini lebih mudah ditanamkan dan dilatih pada anak – anak sedini mungkin, dan akan dilakukan berkelanjutan dalam kondisi dan kondusif, harmonis dan komunikatif serta kreativitas guna membangun dan mendorong generasi muda kita dalam menghadapi era globalisasi yang sangat pesat akhir – akhir ini.

“Karena itu, dalam mewujudkan anak yang mempunyai kegemaran membaca, dapat ditumbuhkan di sekolah dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya yang ada”, ungkapnya.

Dalam rangka mengembangkan kegemaran membaca di tingkat sekolah dasar (SD) Madrasah Iptidayah (MI) dan melestarikan aneka budaya daerah (Lokal) serta membangun rasa menghargai dan menghormati perbedaan suku, budaya seni dan tutur bahasa dalam kerangka memperkokoh persatuan bangsa.

Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2019 akan melaksanakan lomba bercerita bagi siswa SD/MI baik negeri maupun swasta tingkat nasional dengan tema : “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan terhadap budaya lokal dalam upaya membangun karakter, kecerdasan, kreatifitas dan inovasi generasi muda Indonesia”.

“Tujuan menumbuh kembangkan budaya gemar membaca ini melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, membangun pendidikan karakter, dan peningkatan rasa persatuan serta kesatuan. Dan juga menumbuh kembangkan budaya gemar membaca pada anak – anak (usia SD/MI) terhadap buku – buku cerita budaya daerah yang isinyabmengadung nilai – nilai kepahlawanan dan misi membangun pendidikan karakter. (Baik buku bernuasa cerita kepahlawanan maupun legenda). Serta menumbuh kembangkan kecintaan anak – anak akan budaya nusantara”, tutur kadis.

Selain lomba untuk anak – anak SD/MI dinas perpustakaan dan kearsipan Provinsi Maluku juga menggelar lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik yang terdiri dari 25 peserta dari 11 kabupaten/kota di Maluku.

Perpustakaan dan Pustakawan merupakan sesuatu yang tak terpisahkan, seperti dua sisi mata uang dimana ada perpustakaan, maka idealnya harus ada pustakawan.

Tetapi yang terjadi selama ini, banyak perpustakaan belum mempunyai pustakawan. Sementara Pemerintah begitu serius curahkan perhatian pada profesi pustakawan.

Oleh karena itu, saya sarankan untuk para pustakawan berani menghadapi kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, dengan cara “Meningkatkan dan memperbaiki ketrampilan”, ungkapnya.

“Seorang pustakawan dituntut untuk memiliki ketrampilan administrasi/manajemen. Karena ketrampilan ini sangat berguna untuk mengatur semua tugas terkait dengan tugas kepustakawan maupun mengatur diri pustakawan dalam aktifitas sehari – hari.

Kemudian, memiki ketrampilan teknologi informasi dan komunikasi, pustakawan harus memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, para pustakawan juga memiliki ketrampilan literasi informasi, karena literasi informasi sering disebut juga dengan keberaksaraan infirmasi atau kemelekan informasi. Artinya harus mampu mengakses dan memanfaatkan secara benar informasi yang tersedia”. Ungkap kadis.

“Ada juga ketrampilan presentasi yang merupakan kegiatan yang berbicara dihadapan hadirin. Tujuannya untuk mempengaruhi dan meyakinkan yang lain. Hal ini merupakan keahlian yang sangat penting bagi yang ingin maju”. (WM)

Related posts