Ambon, Wartamaluku.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya tahan.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Maluku melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Sadali Ie, dalam pembukaan (opening ceremony) Enam Tahun Maluku Manggurebe yang berlangsung di Pattimura Park Jumat (9/10/2026).
Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Maluku Sadali Ie, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku atas konsistensi dan komitmennya menyelenggarakan Maluku Manggurebe yang telah memasuki tahun keenam.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Manggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Tahan”.
Menurut Gubernur, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, perekonomian Maluku pada triwulan II tahun 2024 tumbuh sebesar 5,31 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,16 persen.
Capaian tersebut, lanjutnya, perlu dijaga dan diperkuat dengan mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang produktif, inklusif, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“UMKM bukan hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah berbagai potensi unggulan di Maluku,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur.
Gubernur menegaskan, Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari perikanan, pala, cengkih, kelapa, hingga berbagai produk olahan yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah dengan nilai tambah lebih tinggi.
Karena itu, Maluku Manggurebe diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperluas akses pasar.
Gubernur juga mendorong para pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemasaran digital, peningkatan kapasitas usaha, serta pemanfaatan sistem pembayaran nontunai.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar produk-produk lokal Maluku semakin dikenal masyarakat dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan ekosistem UMKM di Maluku semakin kuat sehingga para pelaku usaha dapat berkembang, naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM dengan membeli, menggunakan, serta memperkenalkan produk-produk lokal.
“Mari kita terus melangkah bersama dengan semangat Manggurebe, bekerja bersama, bergerak bersama, dan maju bersama untuk membangun perekonomian Maluku yang semakin inklusif, berdaya tahan, dan berdaya saing, voor Maluku bae,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.
Melalui penyelenggaraan Maluku Manggurebe keenam ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap kreativitas dan inovasi pelaku UMKM terus berkembang sehingga potensi unggulan daerah dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (**)
