Jangan Terbuai Rayuan Online, OJK Maluku Ingatkan Bahaya Love Scam

Oplus_131072

Ambon, Wartamaluku.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital berkedok hubungan asmara atau yang dikenal dengan istilah love scam.

Haramain mengatakan, modus love scam umumnya bermula dari interaksi yang terlihat biasa melalui dunia maya. Pelaku kemudian secara perlahan membangun kedekatan emosional dengan calon korban hingga tercipta rasa percaya. Setelah hubungan semakin dekat, pelaku mulai memanfaatkan kepercayaan tersebut untuk meminta sejumlah uang.

“Love scam perlu diwaspadai karena pelaku biasanya memanfaatkan hubungan emosional dan kepercayaan korban untuk mendapatkan keuntungan,” ujar Haramain di Ambon, Kamis (10/9/2026).

Dijelaskan, masyarakat perlu mengenali sejumlah ciri yang umum ditemukan dalam modus penipuan berkedok asmara tersebut.

Menurutnya, pelaku biasanya memulai perkenalan melalui aplikasi kencan, media sosial, maupun permainan daring (game online). Setelah komunikasi terjalin, pelaku kemudian mengajak korban memindahkan percakapan ke aplikasi pesan pribadi seperti WhatsApp atau Telegram.

Pemindahan komunikasi tersebut bertujuan membangun interaksi yang lebih intens sekaligus menciptakan kedekatan emosional dengan calon korban.

Setelah hubungan dianggap semakin dekat, pelaku mulai menjalankan modus berikutnya dengan meminta uang menggunakan berbagai alasan. Permintaan tersebut dapat dikaitkan dengan kebutuhan mendesak, biaya pengobatan, perjalanan, persoalan keluarga, maupun alasan lain yang sengaja dirancang untuk menggugah rasa iba korban.

Haramain mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap permintaan uang tersebut sebagai persoalan sepele. Sebab, dalam banyak kasus, permintaan dana tidak berhenti pada satu transaksi, tetapi dapat terus meningkat seiring semakin kuatnya hubungan emosional dan kepercayaan yang dibangun pelaku.

“Korban harus mulai curiga apabila seseorang yang baru dikenal, terutama melalui dunia maya, mulai meminta bantuan keuangan secara berulang dengan berbagai alasan,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta waspada apabila seseorang yang selama ini menjalin hubungan secara daring tiba-tiba menghilang setelah menerima uang. Dalam sejumlah modus, pelaku bahkan dapat melakukan intimidasi atau ancaman ketika permintaan uang tidak dipenuhi.

Karena itu, Haramain menegaskan bahwa hubungan yang sehat tidak dibangun melalui manipulasi, tekanan, maupun permintaan uang secara terus-menerus.

“Jangan mudah memberikan data pribadi, mengirimkan uang atau memenuhi permintaan finansial hanya karena terbawa hubungan emosional,” ingatnya.

Oleh karena itu, Ia berharap masyarakat semakin memahami berbagai bentuk penipuan digital yang terus berkembang, termasuk love scam, sehingga dapat melakukan langkah pencegahan sebelum mengalami kerugian.

Haramain menekankan, kewaspadaan menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi masyarakat dari pelaku penipuan yang memanfaatkan kedekatan emosional dan kepercayaan korban demi memperoleh keuntungan finansial.(WM)

Pos terkait