Jangan Tergiur Untung Besar, Gubernur Maluku dan OJK Ingatkan Bahaya Investasi Bodong

Oplus_131072

Ambon,,Wartamaluku.com – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian.

Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Maluku agar tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, pinjaman online (pinjol) ilegal, maupun berbagai modus penipuan keuangan.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta masyarakat berhati-hati terhadap penawaran investasi bodong dan pinjaman online ilegal. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian online.

“Waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk aktivitas keuangan ilegal, termasuk penawaran investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang dapat merugikan masyarakat. Saya juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian online,” kata Lewerissa di Ambon, Selasa (18/8/2026).

Lewerissa meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas keuangan yang mencurigakan. Laporan dapat disampaikan kepada OJK melalui Satgas PASTI.

Selain itu, masyarakat yang menjadi korban atau menemukan dugaan penipuan atau scam keuangan dapat melaporkannya melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Mantan Anggota DPR RI ini mengajak masyarakat meningkatkan literasi keuangan dan memastikan setiap lembaga jasa keuangan maupun produk keuangan yang digunakan telah memiliki izin serta berada dalam pengawasan OJK.

Sementara itu, Kepala OJK Maluku Haramain Billady mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menerima tawaran investasi atau produk keuangan.

Menurut Haramain, masyarakat perlu menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutu memutuskan menggunakan produk atau layanan keuangan.

“Pastikan legalitas lembaga jasa keuangan dan produk keuangan yang ditawarkan. Selanjutnya, pastikan pula penawarannya logis,” imbaunya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat apabila tidak disertai penjelasan yang masuk akal.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan keuangan yang terus berkembang.

Haramain berharap masyarakat Maluku semakin kritis dalam menyikapi setiap tawaran keuangan, terutama yang menjanjikan keuntungan tidak wajar atau meminta masyarakat menyerahkan uang maupun data pribadi. (WM)

Pos terkait