Ambon, Wartamaluku.com – Guna mempermudah masyarakat serta meningkatkan transparansi pelayanan, PT PELNI Cabang Ambon terus memperkuat sistem digitalisasi layanan penjualan tiket dan operasional kapal dengan aplikasi. Hal ini disampaikan Kepala Cabang PT PELNI Ambon, Ridwan Mandaliko, Kamis (7/5/2026).
Ridwan menjelaskan, digitalisasi dilakukan untuk seluruh layanan kapal penumpang atau kapal putih maupun kapal perintis agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan saat membeli tiket.
“Dengan aplikasi Tiketing PELNI, masyarakat sudah bisa memesan tiket dari rumah tanpa harus datang ke kantor PELNI ataupun tempat penjualan tiket lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini PELNI masih bekerja sama dengan agen travel resmi serta berbagai kanal pembayaran online, termasuk sejumlah bank di Kota Ambon, guna memudahkan proses transaksi pembelian tiket.
Untuk kapal penumpang, kata Ridwan, PELNI telah menyediakan aplikasi Pelni Mobile yang penggunaannya di Ambon terus meningkat.
Penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi tersebut bahkan tidak perlu lagi mencetak tiket saat boarding.
“Penumpang cukup menunjukkan tiket melalui handphone dan bisa check in secara mandiri,” katanya.
Sementara itu, untuk kapal perintis, PELNI juga telah menerapkan sistem penjualan tiket berbasis digital melalui aplikasi E-Casy dan P-Casy.
Sedangkan layanan pengiriman barang menggunakan aplikasi My Cargo yang seluruh prosesnya sudah dilakukan secara online tanpa sistem manual.
Ridwan menambahkan, penerapan digitalisasi dilakukan untuk memperkuat sistem manajemen perusahaan sekaligus mencegah terjadinya praktik transaksional maupun hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pembelian tiket di loket juga sudah non tunai,” ujarnya.
Tidak hanya pada sistem tiket, PELNI juga meningkatkan layanan dan keamanan di kapal penumpang dengan menghadirkan fasilitas wifi berbayar bernama C-Wifi yang tetap dapat digunakan penumpang saat berada di tengah laut.
Selain itu, kapal penumpang juga telah dilengkapi 68 titik CCTV yang memantau seluruh area kapal, mulai dari ruang penumpang, area bermain, hingga kafe.
“Semua aktivitas di atas kapal bisa dipantau secara real time, bahkan langsung termonitor dari kantor pusat,” jelas Ridwan.
Dikatakan, saat ini penjualan tiket secara digital telah mencapai sekitar 65 persen dan PELNI menargetkan peningkatan hingga 75 persen.
“Target kita di tahun ini 75 persen. Memang pembelian tiket secara offline masih diberikan kuota bagi masyarakat yang belum sepenuhnya menggunakan layanan digital, namun, harapan kita semoga target kita ini tercapai”. Ujarnya (WM/yk)
