OJK-BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Kelola Santunan untuk Masa Depan Keluarga

Oplus_131072

Ambon, Wartamaluku.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama BPJS Ketenagakerjaan Maluku membekali para ahli waris penerima manfaat dengan literasi keuangan sebagai upaya mendorong pengelolaan dana santunan secara bijak dan berkelanjutan.

Kegiatan edukasi tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat, agar dana santunan yang diterima tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan literasi keuangan bagi ahli waris merupakan bagian penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat.

Menurutnya, penerimaan manfaat perlu diikuti dengan pemahaman mengenai cara mengelola dana, menyusun skala prioritas kebutuhan, serta menghindari berbagai keputusan keuangan yang berisiko.

“Perlindungan bukan hanya bagaimana manfaat diberikan, tetapi juga bagaimana penerima manfaat mampu mengelola dana tersebut dengan baik untuk keberlanjutan kehidupan keluarganya,” ujar Haramain, Jumat (11/9/2026).

Ia menekankan pentingnya perencanaan keuangan agar dana santunan dapat memberikan manfaat yang lebih panjang bagi keluarga ahli waris.

Dengan pengelolaan yang terencana, dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan prioritas sekaligus dimanfaatkan secara produktif sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing keluarga.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Maluku, Heru Siswanto, menegaskan bahwa pemberian manfaat kepada ahli waris merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya.

Menurutnya, edukasi keuangan menjadi hal penting agar para ahli waris tidak hanya memahami hak dan manfaat yang diterima, tetapi juga memiliki pengetahuan dalam mengelola dana secara bertanggung jawab.

Kolaborasi OJK dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Perlindungan, kata dia, tidak hanya diberikan ketika risiko terjadi, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pembekalan kepada keluarga penerima manfaat agar dana yang diterima dapat dikelola secara optimal.

Melalui perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tepat, dana santunan diharapkan mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan prioritas, sekaligus membuka peluang pemanfaatan dana secara produktif untuk mendukung kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang. (WM/yk)

Pos terkait