OJK Maluku Dorong Budaya Menabung dan Keuangan Inklusif Menuju Maluku Maju dan Berkelanjutan

Ambon, Wartamaluku.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), industri perbankan, satuan pendidikan, serta sejumlah pemangku kepentingan menggelar peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Provinsi Maluku Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura, Kota Ambon, Kamis (3/9/2026), mengusung tema nasional “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, dengan tagline lokal “Menabung Hari Ini, Sejahtera di Masa Depan” dan “Keuangan Inklusif, Maluku Maju dan Berkelanjutan.”

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian penutup kampanye Bulan Literasi Keuangan yang telah berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional berkelanjutan untuk memperkuat budaya menabung sejak dini melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Acara tersebut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, jajaran Forkopimda, direksi dan pimpinan cabang perbankan di Maluku, kepala sekolah, guru, serta lebih dari 1.200 pelajar SMP dan SMA se-Kota Ambon.
Literasi dan Inklusi Keuangan Maluku Masih di Bawah Nasional
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilaksanakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan LPS di 38 provinsi yang mencakup 514 kabupaten/kota, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Di Provinsi Maluku, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 63,87 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 87,59 persen. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan sekitar 5–6 persen dibandingkan rata-rata nasional.
Sementara itu, indeks literasi keuangan segmen pelajar/mahasiswa secara nasional berada di angka 62,72 persen. Khusus kelompok usia 15–17 tahun, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 56,04 persen. Meski mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar bagi OJK untuk menetapkan pelajar sebagai salah satu kelompok sasaran prioritas dalam program literasi dan inklusi keuangan.

“Masih ada gap sekitar 5–6 persen dibandingkan dengan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. Oleh karena itu, misi kita bersama meningkatkan literasi keuangan masyarakat Provinsi Maluku agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari jebakan layanan keuangan ilegal,” kata Haramain.
Gubernur Ajak Generasi Muda Bijak Kelola Keuangan

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi berbagai inisiatif OJK Provinsi Maluku dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Menurutnya, berbagai program yang telah dilakukan, mulai dari edukasi ke sekolah-sekolah, integrasi Modul Ajar Literasi Keuangan ke dalam mata pelajaran IPS bagi SMP dan MTs se-Kota Ambon, pembentukan Duta Literasi Keuangan hingga puncak kegiatan HIM dan BLK, merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keuangan yang sehat sejak dini.

“Sebagai Pemerintah Daerah, saya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong budaya menabung dan memperluas inklusi keuangan di seluruh wilayah Maluku, termasuk di pulau-pulau terluar dan wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian khusus,” kata Hendrik.

Hendrik juga mengingatkan generasi muda Maluku agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan digital, seperti pinjaman daring ilegal, investasi ilegal, judi daring, serta berbagai modus penipuan keuangan digital.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, dan kode OTP guna mencegah penyalahgunaan data dan tindak kejahatan digital.
82 Kegiatan Edukasi Jangkau Lebih dari 9.300 Masyarakat

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Kantor OJK Provinsi Maluku bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 82 kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang menjangkau 9.310 peserta dari berbagai segmen masyarakat.

Peserta kegiatan berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, santri, karyawan, perempuan, petani dan nelayan, pelaku UMKM, kelompok profesi, hingga masyarakat umum.

Selama periode Bulan Literasi Keuangan Mei–Agustus 2026, OJK Maluku juga menggelar berbagai kegiatan melalui program Financial Literacy Series dan Financial Literacy Campaign.

Kegiatan tersebut antara lain Kick-Off Bulan Literasi Keuangan di SMPN 4 Ambon, peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan bersama Pemerintah Kota Ambon, Training of Trainers (ToT) bagi guru IPS tingkat SMP/MTs se-Kota Ambon, sosialisasi kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan pengenalan Simpanan Pelajar (SimPel), edukasi keuangan syariah, edukasi bagi penyandang disabilitas di SLB Negeri Batu Merah, hingga pembentukan Duta Literasi Keuangan dari berbagai unsur.
3.028 Rekening SimPel Baru Dibuka Sepanjang 2026

Dalam upaya memperluas implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), industri perbankan di Provinsi Maluku telah membuka 3.028 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) baru sepanjang 2026.

Pembukaan rekening tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku. Jumlah terbanyak tercatat di Kota Ambon sebanyak 1.099 rekening, disusul Kabupaten Seram Bagian Barat sebanyak 554 rekening, dan Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 407 rekening.
Haramain menegaskan, peningkatan jumlah rekening SimPel harus diikuti dengan penanaman kebiasaan menabung secara konsisten di kalangan pelajar.

Menurutnya, pembukaan rekening bukan sekadar pencapaian angka, tetapi harus menjadi awal dari kebiasaan menabung yang dilakukan secara rutin sehingga rekening yang telah dibuka tetap aktif dan terus bertumbuh.
Maluku Raih Tiga Penghargaan Nasional
Komitmen Provinsi Maluku dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan juga mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Pada puncak peringatan HIM dan BLK 2026 tingkat nasional yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada 28 Agustus 2026, Maluku menerima tiga penghargaan atas kontribusinya dalam implementasi Program KEJAR dan literasi keuangan.
Tiga penghargaan tersebut yakni:

Provinsi Maluku meraih KEJAR Award 2026 kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua.

PT BPR Modern Express meraih KEJAR Award 2026 kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori BPR/BPRS Wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua.

Pemerintah Kota Ambon meraih Financial Literacy Award 2026 kategori Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik Tingkat Kota.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara nasional yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama jajaran pimpinan kementerian/lembaga.

Kegiatan nasional tersebut juga diikuti lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan Provinsi Maluku.

Sementara itu, Puncak HIM dan BLK Provinsi Maluku 2026 turut diisi dengan talkshow edukasi keuangan yang menghadirkan narasumber dari OJK, LPS, dan Bank Indonesia. Kegiatan juga dirangkaikan dengan aksi inklusi keuangan berupa pembukaan rekening SimPel, berbagai lomba edukatif, serta pembagian door prize.
Kantor OJK Provinsi Maluku berharap peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan 2026 dapat semakin memperkuat budaya menabung dan kecakapan finansial generasi muda Maluku.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang semakin terliterasi, inklusif, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045. (**)

Pos terkait