OJK Maluku Gandeng Guru, Bekali Pelajar SMP dengan Literasi Keuangan

Oplus_131072

Ambon,Wartamaluku.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan sejak usia dini melalui pengembangan Modul Ajar Literasi Keuangan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan modul tersebut disusun sebagai pedoman bagi guru, khususnya guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP, dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pengelolaan keuangan.

Menurut Haramain, pengembangan modul ajar tersebut menjadi salah satu inovasi OJK Maluku karena materi literasi keuangan yang secara khusus ditujukan bagi jenjang SMP belum banyak dikembangkan secara nasional.

“Modul ajar literasi keuangan ini menjadi pedoman bagi guru-guru, khususnya guru SMP, untuk memberikan pengetahuan terkait pengelolaan keuangan. Ini menjadi salah satu inovasi yang kita inisiasi bersama guru-guru mata pelajaran IPS Kota Ambon,” ujar Haramain kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, edukasi keuangan sejak usia SMP penting dilakukan seiring perkembangan teknologi yang membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan keuangan.
Pelajar saat ini semakin dekat dengan perangkat digital, berbagai platform perdagangan, hingga layanan keuangan digital. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai pengelolaan uang, konsumsi, serta kebiasaan menabung menjadi semakin penting.

“Bagaimana kita mengenalkan produk keuangan sejak dini kepada adik-adik SMP, supaya minimal mereka memahami produk keuangan dasar dan bagaimana mengelola uang,” katanya.

Haramain menekankan, siswa perlu memahami bahwa uang yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat disisihkan untuk ditabung sebagai bagian dari kebiasaan mengelola keuangan secara bijak.

Upaya meningkatkan budaya menabung di kalangan pelajar juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Ambon. Haramain menyebut telah terdapat kebijakan yang mendorong sekolah-sekolah membangun kebiasaan menabung di kalangan siswa, salah satunya melalui program Senin Menabung.

OJK Maluku kemudian menggandeng sejumlah lembaga jasa keuangan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut di sekolah-sekolah.

Dengan jumlah SMP yang cukup banyak di Kota Ambon, lembaga jasa keuangan dibagi untuk memberikan layanan dan pendampingan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah kepada siswa untuk mengikuti kegiatan menabung.

Namun, Haramain menegaskan program literasi keuangan tidak berhenti pada pembagian modul kepada guru.
OJK juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada para guru agar mereka terlebih dahulu menguasai materi literasi keuangan sebelum menyampaikannya kepada siswa.

“Jadi kita tidak hanya sekadar memberikan modul kepada guru, kemudian mereka pelajari sendiri. Guru juga kita edukasi dan kita berikan pemahaman,” jelasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat guru mampu menyampaikan materi literasi keuangan dengan lebih mudah serta menyesuaikannya dengan karakteristik peserta didik tingkat SMP.
Libatkan Mahasiswa dan Komunitas
Selain menyasar pelajar dan guru, OJK Maluku juga memperkuat keterlibatan generasi muda melalui komunitas dan perguruan tinggi.
Sekitar 50 mahasiswa dan anggota komunitas telah dikumpulkan dalam kegiatan edukasi bersama lembaga jasa keuangan. Mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyebarluaskan informasi mengenai literasi keuangan kepada kelompok masyarakat lainnya.

Menurut Haramain, pendekatan berbasis komunitas memungkinkan informasi keuangan disebarluaskan secara lebih cepat karena pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada kelompok maupun komunitas masing-masing.
“Dengan adanya generasi muda ini, kita bisa terbantu untuk meningkatkan jumlah edukasi yang kita lakukan,” katanya

Haramain juga menyampaikan bahwa Kota Ambon menjadi salah satu daerah yang menunjukkan kinerja positif dalam program edukasi dan literasi keuangan.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan, Kota Ambon bahkan masuk dalam tiga besar nasional dalam kategori tertentu yang berkaitan dengan program literasi keuangan.
Capaian tersebut, kata Haramain, menjadi motivasi bagi OJK Maluku dan Pemerintah Kota Ambon untuk terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program literasi keuangan.
“Alhamdulillah, Kota Ambon menjadi salah satu yang masuk tiga besar. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Diharap sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Ambon, sekolah, guru, lembaga jasa keuangan, mahasiswa, dan komunitas dapat terus diperkuat.
Dengan sinergi tersebut, edukasi mengenai menabung, pengelolaan keuangan, produk jasa keuangan, serta penggunaan layanan keuangan secara bijak diharapkan dapat ditanamkan sejak usia sekolah.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah membentuk generasi muda Maluku yang semakin memahami dan mampu mengelola keuangan secara bijak. (WMyk)

Pos terkait