Pasar Ikan Binaya Dijadikan Tempat Judi

  • Whatsapp

Masohi, Wartamaluku.com – Pasar ikan Binaya di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, yang dibangun pemerintah setempat dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) miliaran rupiah, tidak dipergunakan saja untuk aktivitas jual beli. Pasar ini sekarang sudah berfugsi ganda, karena telah marak dijadikan sebagai tempat taruhan dan judi. Nyatanya, pasar yang dibangun dengan mewah dan fasilitas lengkap ini terlihat sepi dan dijadikan masyarakat sebagai tempat bermain judi. Alhasil, ruas jalan umum yang seharusnya diperuntukan bagi masyarakat dipergunakan sebagai tempat transaksi jual beli.

Anehnya lagi, sejumlah pengusaha ikan jaring bobo yang berasal dari Kecamatan Tehoru sering melakukan pembongkaran ikan didepan pertokoan tepat di jalan umum. Akibatnya, lokasi tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap bagi masyarakat yang sedang melaksanakan aktivitas pada lokasi tersebut. Dari pantauan Koran Pelita, tidak dipergunakannya sarana dan prasara pada lokasi pasar ikan Binaya, akibat lemahnya fungsi pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) Kabupaten Malteng.
Bahkan diduga kuat, ada upaya “kong kalikong” yang dilakukan petugas penjagaan pasar dengan penjual ikan, guna memanfaatkan kondisi tersebut dengan iming-iming guna meraup keuntungan secara pribadi. Ibu Erna, salah satu warga yang sering melakukan aktivitas pada lokasi pasar Binaya membenarkan kondisi itu. Menurutnya, pasar ikan yang sudah di bangun oleh Pemda Malteng itu tidak difungsikan dengan baik.

Padahal, sambungnya lagi, fasilitas yang tersedia begitu lengkap justru tidak dipergunakan sebaik-baiknya. “Kita tahu bahwa pemerintah sudah bangun pasar ikan yang bagus untuk tempat jual beli, kok kenapa tidak difungsikan oleh pedagang ikan. Padahal pasar ini di bangun dengan uang kita (uang rakyat), kok tidak difungsikan secara baik. Atau jangan-jangan karena petugas pasar di bayar secara pribadi sehingga para penjual ikan itu bisa berjualan di manapun keinginan mereka,’’ ungkap ibu Erna prihatin.

Ibu rumah tangga ini berharap, ada perhatian dari Bupati Maluku Tengah atas kondisi ini. ” Saya juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati bisa memindahkan pasar ikan tersebut ke pasar alternatif di pinggiran pantai Kelurahan Ampera, yang sudah di bangun tapi tidak di fungsikan itu,’’ pintanya. (WM-03)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments