Penegakan Hukum Tambang Jadi Fokus ESDM, Michael Wattimena Ungkap Sejumlah Terobosan

Ambon, Wartamaluku.com – Dr. Michael Wattimena, SE., M.Si., Staf Ahli Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, menegaskan pentingnya penguatan penegakan hukum di sektor energi dan sumber daya mineral serta percepatan pengembangan Blok Masela dalam kegiatan coffee morning bersama sekitar 30 jurnalis di Biz Hotel Ambon, Rabu (24/6/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung santai itu, Michael menjelaskan bahwa kunjungannya ke Ambon memiliki dua agenda utama, yakni kegiatan di Universitas Pattimura (Unpatti) dan pertemuan bersama Kejaksaan Tinggi Maluku. Kedua agenda tersebut merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM.

“Pertemuan pagi ini lebih kepada silaturahmi dan membangun komunikasi. Substansi yang lebih mendalam terkait penegakan hukum di sektor energi dan sumber daya mineral akan disampaikan dalam kegiatan di Unpatti dan Kejati Maluku,” ujarnya.

Menurut Michael, Kementerian ESDM merupakan salah satu kementerian tertua di Indonesia yang telah ada sejak awal berdirinya Republik Indonesia.

Dijelaskan bahwa cikal bakal kementerian tersebut telah hadir sejak tahun 1945 dengan nama Jawatan Tambang dan Geologi, yang kemudian berkembang menjadi Kementerian ESDM seperti saat ini.

Michael juga menjelaskan terbentuknya Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM yang dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di sektor pertambangan dan sumber daya mineral. Direktorat yang baru berusia hampir satu tahun itu, kata Michael, telah menunjukkan berbagai terobosan penting dalam menangani pelanggaran hukum di sektor pertambangan di berbagai daerah di Indonesia.

“Meski usianya belum genap satu tahun, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum sudah melakukan berbagai langkah luar biasa, tidak hanya di Maluku tetapi juga di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia dalam penanganan pelanggaran hukum sumber daya mineral,” katanya.

Michael mengapresiasi kepercayaan Menteri ESDM kepada putra daerah Maluku, Jefri Huwei, yang dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Penegakan Hukum. Menurutnya, kehadiran putra-putra Maluku pada posisi strategis di tingkat nasional menjadi kebanggaan sekaligus peluang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain membahas penegakan hukum, Michael juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, atas komitmennya dalam mendorong percepatan pengembangan proyek strategis nasional Blok Masela.

Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade proyek tersebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Namun, setelah Menteri ESDM mengambil langkah tegas terhadap pemegang konsesi, perkembangan proyek mulai terlihat lebih nyata.

“Ketegasan Menteri ESDM dalam memberikan peringatan kepada pihak pemegang konsesi menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan proyek Blok Masela. Mudah-mudahan pada Juli mendatang akan ada perkembangan positif yang dapat disaksikan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Michael menilai perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku saat ini cukup besar. Ia berharap keberadaan tokoh-tokoh asal Maluku yang menduduki jabatan strategis di tingkat nasional dapat membantu mempercepat pembangunan daerah serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kegiatan coffee morning tersebut diakhiri dengan harapan agar komunikasi dan kolaborasi yang terbangun antara Kementerian ESDM, akademisi, aparat penegak hukum, media, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku. (WM/yk)

Pos terkait