Ambon, Wartamaluku.com – Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional (HKN), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku mulai memperkuat perannya dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai program sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pelestarian budaya.
Salah satu langkah awal yang akan dilakukan pasca pelantikan adalah menggelar Parade Kebaya Maluku pada Sabtu, 25 Juli 2026 yang dipusatkan Gong Perdamaian dengan menargetkan sekitar 3.000 hingga 4.000 peserta.
Ketua PIM Maluku, Rimaniar Julindra Hetharia, di Ambon, Kamis (23/7/2026), mengatakan sebagai program perdana pasca pelantikan, PIM Maluku akan menggelar Parade Kebaya Maluku sebagai bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional.
Selain itu, organisasi juga akan melaksanakan workshop rutin setiap bulan yang disesuaikan dengan bidang-bidang dalam kepengurusan PIM.
Ia menjelaskan bahwa PIM merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Saat ini, PIM Maluku sudah membentuk kepengurusan di 11 kabupaten/kota, dan tujuh di antaranya telah memiliki struktur organisasi yang lengkap.
Menurutnya, organisasi tersebut memiliki berbagai bidang kerja, mulai dari sosial kemasyarakatan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisata, hingga lingkungan hidup. Seluruh program diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di Maluku agar mampu menjadi sosok inspiratif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Tujuan kami adalah melahirkan perempuan-perempuan hebat yang mampu berkembang dari sisi pemikiran, bisnis, pendidikan, wawasan, hingga mampu berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan maupun organisasi lainnya,” ujarnya.
Karena itu, anggota DPRD Provinsi Maluku ini berharap Parade Kebaya Maluku tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan keberadaan PIM Maluku kepada masyarakat, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya, khususnya penggunaan kebaya sebagai identitas budaya bangsa.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan sekitar 30 organisasi perempuan di Maluku, termasuk PKK Provinsi Maluku, PKK Kota Ambon, IWAPI, hingga organisasi perempuan dari berbagai partai politik.
Rimaniar juga mengungkapkan, berdasarkan data sementara, sekitar 3.000 peserta telah menyatakan kesediaannya mengikuti kegiatan tersebut.
Rimaniar juga tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bunda PAUD Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, serta seluruh organisasi perempuan yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Parade Kebaya ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Parade Kebaya Maluku, Alwiyah Fadlun Alaydrus, mengatakan jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai kurang lebih 4.000 orang.
Peserta berasal dari anak-anak PAUD se-Kota Ambon, siswa SD, SMP, SMA, organisasi perempuan, instansi vertikal, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga masyarakat umum.
Selain parade, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada perempuan-perempuan berprestasi di Maluku salah satunya merupakan anggota PIM.
Selain itu, akan memberikan dukungan kepada Putri Pariwisata Maluku yang akan berlaga di tingkat nasional, hiburan, dan pembagian doorprize.
Menurut Alwiyah, pelaksanaan Parade Kebaya Maluku ini dirangkaikan peringatan Hari Kebaya Nasional dan peringatan Hari Anak Nasional sebagai bentuk upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Maluku sejak usia dini melalui keterlibatan anak-anak PAUD.
Ia menambahkan, PIM Maluku juga memiliki target jangka panjang untuk mengusulkan Kebaya Ambon sebagai warisan budaya, bahkan pada tahun mendatang berupaya memecahkan rekor MURI melalui penyelenggaraan parade yang lebih besar.
Parade Kebaya Maluku mengusung tema nasional “Lestarikan Budaya Nasional dengan Berkebaya”, dengan fokus awal pada penggunaan Kebaya Maluku.
Dikatakan, ke depan, PIM Maluku berencana memperkenalkan berbagai wastra tradisional dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Alwiyah menyebutkan, kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus DPC PIM dari empat daerah, yakni Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, PLN, LC Beauty, Bekraf, Fitbar, CV Jingga, serta sejumlah sponsor lainnya yang memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas dan kebutuhan teknis demi kelancaran pelaksanaan Parade Kebaya Ambon ini. (WM/yk).
