MBD, Wartamaluku.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yan Zamora Noach, menyambangi kebun buah naga milik warga Desa Abusur, Kecamatan Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Minggu (13/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan masyarakat. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian Yan Zamora adalah kebun buah naga milik Ica Johannis bersama istrinya, yang dinilai berhasil mengembangkan budidaya hortikultura di tengah kondisi wilayah Kisar yang relatif kering.
Dalam kunjungannya, Yan Zamora melihat langsung kondisi tanaman, proses pemeliharaan hingga hasil panen buah naga yang dihasilkan dari kebun tersebut.
Ia mengaku terkesan dengan kualitas buah naga yang dikembangkan warga Abusur. Menurutnya, buah naga yang dihasilkan di Pulau Kisar memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dibandingkan buah naga dari sejumlah daerah lainnya.
“Buah naga yang ditanam di Pulau Kisar ini sangat berbeda dengan buah naga dari daerah lain. Kelebihan utamanya ada pada rasa yang jauh lebih manis, segar dan nikmat. Kualitasnya benar-benar istimewa,” ungkapnya
Selain rasa, Yan Noach juga memberikan apresiasi terhadap pola budidaya yang diterapkan. Ia menyebut buah naga tersebut dibudidayakan dengan menggunakan bahan-bahan organik alami dan tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pemeliharaannya.
“Yang paling membanggakan, buah naga ini dipelihara tanpa menggunakan bahan kimia. Pupuk yang dipakai murni bahan organik alami. Jadi, masyarakat yang mengonsumsinya tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Menurutnya, pola pertanian yang sehat dan ramah lingkungan tersebut menjadi salah satu keunggulan yang perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan oleh para petani di Kisar.
Tidak hanya memberikan apresiasi, Yan Noach juga berbagi pengetahuan mengenai teknik budidaya, khususnya dalam hal penyiraman tanaman. Hal ini dinilai penting karena kondisi geografis Pulau Kisar yang cenderung kering dengan curah hujan yang terbatas.
Ia memberikan panduan praktis kepada pemilik kebun mengenai cara mengatur penyiraman agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi, sehingga pertumbuhan buah naga dapat berlangsung optimal dan produktivitas tanaman meningkat.
Ia menilai keberhasilan Ica Johannis bersama istrinya dalam mengembangkan kebun buah naga patut menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
“Apa yang Bapak dan Ibu kerjakan ini luar biasa. Ini bukan sekadar usaha pribadi, tetapi sudah menjadi contoh dan harapan baru bagi ekonomi warga desa. Teruslah semangat dan terus berkarya. Usaha ini patut dikembangkan lebih luas lagi agar bisa membawa manfaat yang lebih besar bagi keluarga maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, Ica Johannis bersama istrinya menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka mengaku senang dan bersyukur karena mendapat perhatian langsung dari anggota DPRD Provinsi Maluku.
Kehadiran Yan Noach di kebun mereka dinilai menjadi tambahan motivasi untuk terus mengembangkan usaha pertanian yang selama ini mereka tekuni.
Budidaya buah naga di Desa Abusur sendiri dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan. Dengan kualitas buah yang baik, pola budidaya yang mengedepankan bahan organik, serta dukungan terhadap peningkatan teknik pertanian, komoditas tersebut berpotensi menjadi salah satu produk unggulan dari Pulau Kisar.
Ke depan, dukungan dari pemerintah daerah, legislatif maupun pihak terkait diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi petani, mulai dari pengembangan teknologi budidaya, ketersediaan sarana produksi, pengairan, hingga pemasaran hasil panen.
Jika dikelola secara berkelanjutan, budidaya buah naga di Abusur bukan hanya mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat sektor pertanian masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya. (WM/yk)
