Ambon, Wartamaluku.com – Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, mengatakan Pemerintah Kota Ambon sementara berupaya mencari lahan yang tepat untuk pembangunan program Sekolah Rakyat yang direncanakan dibangun oleh pemerintah pusat.
“Saat ini Pemkot Ambon telah mengantongi beberapa alternatif lokasi yang nantinya akan disurvei sebelum diputuskan sebagai lokasi pembangunan.”, ungkap Sapulette kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (20/05/2026).
Menurutnya, penentuan lokasi harus mempertimbangkan aspek teknis, terutama kondisi lahan yang datar dan memiliki luas sekitar tujuh hektare.
“Kita sementara mencari lahan. Ada beberapa titik alternatif yang sudah ada dan tinggal disurvei. Dari aspek teknis, kita cari lokasi yang datar,” ujar Sapulette.
Ia menambahkan, luas lahan yang dibutuhkan cukup besar sehingga pemerintah kota perlu melakukan koordinasi lebih lanjut, termasuk dengan pemilik lahan dan Wali Kota Ambon terkait mekanisme pembebasan lahan.
“Kalau tujuh hektar tentu cukup besar. Nanti kita bicara dengan pemilik lahan, apakah bisa dibayar lunas, dicicil, atau dilakukan secara bertahap, tentu dengan persetujuan Wali Kota,” katanya.
Sapulete juga mengungkapkan bahwa pembangunan fisik Sekolah Rakyat nantinya akan ditangani pemerintah pusat, sedangkan Pemkot Ambon fokus pada penyediaan lahan yang membutuhkan anggaran cukup besar.
“Sekolah Rakyat nanti dibangun oleh pemerintah pusat. Pemkot membutuhkan biaya yang cukup besar untuk penyediaan lahan pembangunan infrastruktur dimaksud,” jelasnya.
Dari sejumlah lokasi alternatif yang dipertimbangkan, kawasan Toisapu menjadi salah satu pilihan utama karena dinilai memiliki kontur lahan yang datar dan sesuai kebutuhan pembangunan.
“Kenapa Toisapu dipilih, karena lahannya flat. Nanti kita lihat juga dari harga dan nilai jual tanah,” tandasnya. (WM/yk)
