Ambon, Wartamaluku.com – SMP Negeri 19 Ambon mencanangkan berbagai kegiatan dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar mulai Senin (10/8/2026) diawali dengan jalan santai dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa dan dewan guru.
Kepala SMP Negeri 19 Ambon, Novy Gaspersz, mengatakan pencanangan HUT RI ke-81 bukan sekadar kegiatan seremonial maupun perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme kepada para siswa.
Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan puncak dari rangkaian peringatan hari-hari besar nasional yang dilaksanakan di SMP Negeri 19 Ambon.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Semua ini dilaksanakan sebagai bentuk patriotisme dan nasionalisme kepada siswa, bagaimana mereka mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. Jadi bukan hanya pertandingan atau lomba-lomba yang diselenggarakan panitia, tetapi lebih dari itu, nilai nasionalisme dan patriotisme benar-benar dicanangkan,” ujar Novy.
Menurutnya, nilai patriotisme dan nasionalisme juga diharapkan dapat diterapkan siswa dalam mengikuti setiap perlombaan. Sportivitas menjadi salah satu nilai penting yang harus ditunjukkan peserta selama kegiatan berlangsung.
“Sportivitas dalam mengikuti lomba sangat diperlukan. Dengan sportivitas itu, kita ingin membentuk jiwa patriotisme dan nasionalisme anak-anak,” katanya.
Novy menambahkan, kegiatan HUT RI tahun ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah mengurangi ketergantungan siswa terhadap gawai dan media sosial untuk kepentingan pribadi.
Karena itu, sejumlah permainan tradisional daerah dimasukkan dalam rangkaian perlombaan, seperti tarompang dan boy, yang dinilai mulai dilupakan oleh generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kita mau sampaikan kepada anak-anak bahwa nilai dari lomba-lomba ini adalah semangat kebersamaan yang lebih tinggi daripada bersosial media menggunakan gawai hanya untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Menurut Novy, permainan tradisional dapat menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus mengenalkan kembali budaya daerah kepada siswa. Selain tarompang dan boy, sekolah juga berencana menghadirkan permainan tradisional lainnya seperti bola kasti dan lain – lain namun, keterbatasan waktu membuat tidak semua jenis permainan dapat dilaksanakan.
Novy berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan semata, tetapi mampu menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kecintaan siswa terhadap budaya daerah.
Selain permainan tradisional, perlombaan utama yakni lomba senam Anak Indonesia Hebat yang dinilai dapat mencerminkan nilai-nilai karakter serta semangat generasi muda Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI ke-81 SMP Negeri 19 Ambon, Abe Lainata, mengatakan terdapat delapan mata lomba yang disiapkan panitia. Di antaranya lomba boy, tarompang, Senam Anak Indonesia Hebat, Rangking 1,sambung lirik, serta sejumlah perlombaan lainnya.
“Persiapan kurang lebih satu minggu. Makna dari perlombaan yang dilakukan adalah kita ingin supaya para siswa menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Abe.
Dikatakan, melalui berbagai perlombaan tersebut, siswa diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa.
Kegiatan tersebut juga mendapat partisipasi dari seluruh siswa dan dewan guru SMP Negeri 19 Ambon.
Abe berharap, melalui momentum HUT RI ke-81, para siswa sebagai generasi penerus bangsa semakin memahami pentingnya menghargai dan mengenang jasa para pahlawan.
“Nilai-nilai yang ditanamkan kepada siswa melalui lomba ini adalah patriotisme dan nasionalisme, serta cinta terhadap tanah air dan bangsa,” pungkasnya.
Dengan demikian, rangkaian HUT RI ke-81 di SMP Negeri 19 Ambon tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter untuk membangun sportivitas, persatuan, kecintaan terhadap budaya daerah, serta semangat nasionalisme di kalangan generasi bangsa. (WM/yk)
